in

Konsen Beri Perlindungan Terhadap WNI, Pemkab Kebumen Dapat Penghargaan dari Kemenlu

Pemkab Kebumen menerima Hassan Wirajuda Award (HWPA), dari Kemenlu di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, baru-baru ini. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemkab Kebumen meraih penghargaan Hassan Wirajuda Award Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, baru-baru ini.

Hassan Wirajuda Award (HWPA) adalah penghargaan kepada perorangan, lembaga, instansi pemerintah, baik di perwakilan maupun pemerintah daerah, yang memberikan upaya Pelindungan kepada WNI dengan sungguh-sungguh.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, diwakili Sekda Kebumen, Edi Rianto.

Sekda Edi mengatakan, penghargaan kepada Pemkab Kebumen didapat untuk kategori pemerintah atau instansi daerah yang dianggap telah melakukan upaya sungguh-sungguh dalam memberikan perlindungan WNI, khususnya Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri.

“Penghargaan ini konteksnya adalah kita Pemkab Kebumen dinilai telah mampu memberikan perlindungan yang baik terhadap Pekerja Migran Indonesia di luar negeri dengan berbagai kebijakan dan upaya-upaya lainnya,” ujar Sekda Edi, seperti dirilis kebumenkab.go.id, Sabtu (27/4/2024)

Untuk itu, Edi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap warga Kebumen yang menjadi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Beberapa kasus penipuan terhadap calon pekerja migran pun sudah ditangani polisi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Kebumen, kepada Polres Kebumen dan masyarakat yang sudah ikut membantu memberikan upaya perlindungan terhadap pekerja migran asal Kebumen yang mau bekerja di luar negeri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Budhi Suwanto menambahkan, upaya yang dilakukan Pemkab Kebumen berawal dari Kebijakan Bupati Arif Sugiyanto yang berkomitmen dalam upaya pelindungan pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Kebumen dari sebelum berangkat, bekerja dan setelah bekerja.

Malalui program Sinergi Pelindungan pekerja migran Indonesia Keluarga dan Masyarakat (Si Pemikat), disebut sebagai inovasi pentahelix yang mampu melibatkan masyarakat, instansi, perguruan tinggi, LSM dan organisasi perempuan dalam upaya Pelindungan pekerja migran Indonesia dan Gerbang Layanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (Gayatri).

“Hadirnya Si Pemikat di Disnaker dan Mal Pelayanan Publik Kebumen telah mampu menghasilkan Perdes sebanyak 295 desa dan 340 data base Calon pekerja migran Indonesia, pekerja migran Indonesia dan pekerja migran Indonesia purnapenempatan,” kata Budhi.

Selanjutnya bahwa upaya Pelindungan pekerja migran Indonesia perlu dilakukan terus menerus dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bermigrasi secara aman dan prosedural bila bekerja di luar negeri dan kecermatan dalam pengelolaan keuangan dari hasil bekerja.

“Desa sebagai filter awal upaya Pelindungan pekerja migran Indonesia sehingga pemahaman tentang mekanisme bekerja ke luar negeri perlu terus dipahamkan sehingga mengurangi terjadinya permasalahan ketika di luar negeri,” jelasnya. (HS-08)

Pemkab Kebumen Raih Penghargaan Literasi Nasional dari Nyalanesia

27 Keluarga Terdampak Gempa Garut, Sekda Jabar Perintahkan Kepala OPD Lakukan Pendataan