in

Konferensi MWC NU Ngampel Kendal Digelar, Achmad Taufiq Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah

Ketua Tanfidziyah terpilih, Achmad Taufiq bersama panitia Konferensi MWC NU Ngampel, Minggu (28/5/2023).

HALO KENDAL – Secara musyawarah, Achmad Taufiq terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah dan Usman Tahrir sebagai Ketua Rois Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Ngampel dan masa bakti 2023-2028, dalam konferensi yang digelar di Gedung MWC NU Ngampel, Kabupaten Kendal, Minggu (28/5/2023).

Ketua Panitia Pelaksana Konferensi MWC NU Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Abidin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Sehingga pelaksanaan konferensi berjalan lancar, tertib dan semua yang diperlukan terfasilitasi.

“Alhamdulillah berkat dukungan dari panjenengan semua, acara Konferensi MWC NU Kecamatan Ngampel berjalan lancar dan tertib. Sehingga semua yang dibutuhkan tercukupi dan terfasilifasi. Hal itu, karena kami ingin perhelatan yang diselenggarakan lima tahun sekali ini berkesan, supaya bisa ditiru oleh generasi kita mendatang,” ungkapnya.

Abidin juga berpesan supaya Rois Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Ngampel terpilih dapat melanjutkan kegiatan yang diamanatkan dalam konferensi.

“Yang jelas bisa bersinergi dengan apa yang disampaikan Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Kendal. Jadi dalam kegiatan harus searah tegak lurus dengan apa yang disampaikan atau menjadi instruksi dari Pengurus Besar (PB) NU. Jadi dari ranting, MWC, PC, PWNU, dan PBNU harus searah dengan yang disampaikan PBNU,” pesannya.

Sehingga, lanjut Abidin, perjuangan MWC NU ke depan adalah memberikan pemahaman-pemahaman yang terkini, perkembangan NU, di era industrialisasi dan digitalisasi global. Jadi ke depan NU semakin siap menghadapi tantangan.

“Maka harus kita topang bersama-sama, kita guyub bersama-sama, kita kompak dalam menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatan atau program kerja yang diamanatkan dalam konferensi. Yang tidak lain adalah berkolaborasi dengan pemerintah setempat, masyarakat sekitar, masyarakat industri maupun masyarakat agamis,” imbuhnya.

Senada disamapikan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kendal, KH Ahmad Tantowi. Menurutnya, warga Nahdliyin dari semua jenjang tingkatan, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWC dan Ranting harus mengacu kepada instruksi PBNU.

“Jadi harus konsekuensi tinggi. Karena apa, ini merupakan instruksi dari PBNU. Sehingga segala sesuatunya, seperti kebijakan-kebijakan harus seirama dengan PBNU, dan itu harus dijalankan seluruh warga Nahdliyin semua tingkatan,” tandasnya.

Dalam konferensi yang dihadiri pengurus MWC NU Ngampel, juga dihadiri badan otonom (Banom) NU, di antaranya, Muslimat, Fatayat, Ansor bersama Banser juga IPNU dan IPPNU

Total ada 14 suara, terdiri dari 12 ranting NU dan dua anak ranting. Dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah, Acmad Taufiq mendapat suara 11, sedangkan Ahmad Munji mendapatkan tiga suara.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngampel terpilih, Achmad Taufiq mengungkapkan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berjanji akan melaksanakan semua program yang telah disepakati dalam konferensi.

“Jadi terkait program kerja yang telah disepakati teman-teman dalam konferensi, itu menjadi acuan kita. Karena semua sudah tercantum. Jadi semua acuan MWC, acuan semua pimpinan cabang, pimpinan wilayah, itu program kerja yang dibahas dalam konferensi,” ujarnya.

Namun, lanjut Taufiq, ekses dari konferensi mesti ada friksi-friksi. “Lha itu adalah tugas pertama yang harus kita laksanakan adalah meredam, supaya ke depan dapat berjalan selaras dan satu rasa, satu ikatan, tanpa ada sentimen pribadi,” imbuhnya.

Sehingga, diupayakan semua komponen yang sebelumnya tidak dalam satu rel, bisa berjalan bareng satu tujuan.

“Lah kalau itu sudah terjadi dan terlaksana, program apapun yang akan kita jalankan akan terasa mudah, akan bisa dilaksanakan, serta didukung semuanya. Itu harapan kita, ke depan semua bisa guyup bisa rukun dan satu rasa untuk warga NU,” ungkap Taufiq.(HS)

Bikhhu Thudong Akui Antusiasme Masyarakat Kota Semarang Dalam Penyambutan Sangat Luar Biasa

Ada Bekas Luka Senjata Tajam pada Temuan Jenazah di Selokan Puro Anjasmoro Semarang