in

Kirab Figur Nyai Pandansari, Tradisi Syawalan di Boja Kendal

Kegiatan Kirab figur Nyai Pandansari sebagai penyebar Agama Islam di wilayah Boja, Kabupaten Kendal, Jumat (28/4/2023).

HALO KENDAL – Untuk mengenang dan menghormati jasa Nyai Pandansari dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Boja, Kabupaten Kendal dan sekitarnya, Pemerintah Desa Boja, Kecamatan Boja menggelar prosesi kirab figur Nyai Pandansari beserta gunungan.

Kirab atau arak-arakan yang dilakukan rutin saat moment Syawalan tersebut, dimulai dari Balai Desa Boja menuju Jalan Pemuda, kemudian Jalan Pahlawan dan berakhir di Makam Nyi Pandansari di Desa Boja, Kecamatan Boja, Jumat (28/4/2023).

Kepala Desa Boja, Rofiq Anwar mengatakan, kirab digelar sebagai tradisi tahunan masyarakat Boja, khususnya saat Syawalan, untuk menghormati leluhur penyebar Agama Islam di wilayah Boja dan sekitarnya.

“Nyai Pandansari adalah adik Ki Ageng Pandanaran. Nyai Pandansari merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Boja dan sekitarnya,” terangnya.

Dijelaskan, arak-arakan figur Nyai Pandansari beserta gunungan yang berisi buah-buahan, sayuran, dan hasil bumi lainnya, merupakan simbol kemakmuran masyarakat Boja.

Dalam kirab, figur Nyai Pandansari diperankan oleh Davina, dengan menunggang kuda, yang diikuti oleh barisan pengawal berpakaian hitam dan putih.

“Selain itu juga dilaksanakan sedekah bumi dengan mengarak gunungan hasil bumi sebagai bentuk kemakmuran dan rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh Sang Pencipta,” jelas Rofiq.

Diungkapkan, Nyai Pandansari atau dikenal dengan sebutan Nyai Dapu, dari masa ke masa dipercaya masyarakat setempat sebagai figur wanita yang memiliki kekuatan supranatural, dan divisualisasikan setiap tahun dalam kegiatan Merti Desa Boja.

Melihat antusias masyarakat terhadap kegiatan syawalan dan prosesi figur Nyai Pandansari, dirinya juga berharap, kegiatan dapat terus dilestarikan, sebagai nguri-uri budaya.

“Dengan digelarnya prosesi kirab figur Nyai Pandansari pada moment Syawalan ini, diharapkan, tidak hanya sekadar untuk melestarikan tradisi leluhur, namun juga bisa menjadi ikon wisata religi di Kabupaten Kendal,” ungkap Rofiq.(HS)

Kota Semarang Jadi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Terbaik

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (30/4/2023)