HALO SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman meminta Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk meningkatkan sektor pendapatan daerah dalam APBD Kota Semarang. Dengan adanya peningkatan pendapatan baik dari sektor pendapatan asli daerah (PAD) dan sektor lainnya maka alokasi untuk anggaran belanja daerah bisa diperbesar. Dan bisa mempercepat pembangunan Kota Semarang.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman disela-sela Rapat Badan Anggaran (Baggar) DPRD Kota Semarang di ruang Paripurna DPRD, Senin (8/8/2022).
Dikatakan Pilus, sapaan akrab Ketua DPRD Kota Semarang, dalam pembahasan anggaran ini dewan menyoroti total anggaran belanja di APBD lebih kecil dibandingkan tahun 2023. Diharapkan total anggarannya setidaknya hampir sama di tahun 2022, jangan sampai justru jumlahnya turun.
“Total belanjanya kami minta hampir sama dengan tahun 2022, kalau bisa target pendapatan daerah dinaikkan. Saya rasa masih ada pendapatan yang bisa dinaikkan. Biar ada perimbangan alokasi belanja diperbesar dan pendapatannya yang juga naik,” katanya, Senin (8/8/2022).
Menurut Pilus, seperti yang disampaikan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dalam rapat, menyatakan bahwa untuk menaikkan pendapatan pajak hotel kondisinya sudah berat, namun untuk sektor lain perlu ditingkatkan.
“Tentunya dengan langkah-langkah atau cara menggali potensi selain pajak daerah lainnya,” ujarnya.
Ditambahkan Pilus, pada tahun 2023 mendatang, pihaknya optimis perkembangan ekonomi bisa lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Karena imbas habis kena pandemi 2 tahun, pendapatannya juga berat. Saya rasa setelah dua tahun untuk pendapatan bisa ditingkatkan, apalagi kondisi sudah normal. Dewan di Badan Anggaran ini optimis adanya peningkatan pendapatan,” imbuhnya.
“Tahun lalu, okelah kami masih maklumi tapi jangan sampai pesimis. Tahun ini harus optimis,” terang Pilus.
Pilus menjelaskan, untuk rancangan kebijakan secara umum anggaran belanja tahun 2023 mencapai lebih Rp 2 triliun. Dan selisih belanja dari tahun 2022, hanya sekitar Rp 400 miliar.
“Dalam rapat banggar kali ini belum membahas refocusing,” pungkasnya.
Sementara, Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin menyatakan, pengumpulan sektor pendapatan daerah di Kota Semarang sudah optimal.
“Misalnya pajak hotel juga sudah maksimal mencapai 100 persen, dengan melihat jumlah okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel selama ini,” katanya.
Dia mengakui memang semua sektor pendapatan harus digenjot, termasuk sektor retribus.
“Seperti yang potensial dari sisi retribusi parkir, pasar dan retribusi dari reklame di Penghubung Jembatan Orang (PJO). Sampai saat ini masih belum ada surat Kementerian Dalam Negeri, (apakah) boleh menaikkan, sehingga belum bisa menaikkan sisi reklame PJO,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan menggali potensi dari sewa aset tanah yang selama ini masih menganggur. “Ini harus kita optimalkan semuanya,” jelas Iswar. (HS-06)