HALO KENDAL – Naiknya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai tinggi dikeluhkan petani di Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jumat (3/11/2023).
Hal tersebut disampaikan salah seorang petani, Saeful Amri, kepada Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir, saat meninjau pengerukan aliran Sungai Carakan untuk kebutuhan petani di Dukuh Panggungsari, Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung.
Kepada Munawir, dirinya mengungkapkan, sebelumnya sudah diberitahu akan ada kenaikan PBB sebesar 35 persen berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP). Namun setelah menerima surat, ternyata naiknya berkali-kali lipat.
“Pajak kami itu naiknya tidak kira-kira. Karena setelah surat pajak datang, ternyata NJOP nya berubah berkali-kali lipat. Dari semula sekitar Rp 460 juta, sekarang nilainya menjadi hampir Rp 4 miliar. Itukan sepuluh kali lipat kenaikannya. Otomatis pajaknya jadi besar sekali,” ujar Saeful.
Bahkan dirinya berniat menjual lahannya, daripada harus membayar pajak yang ia anggap terlalu tinggi.
“Ya monggo kalau mau dibeli, itu lahan persawahan. Sudah susah mendapatkan pupuk, pengairannya juga susah, ya kalau terpaksa mending saya jual saja,” ungkap Saeful.
Menanggapi hal tersebut, Munawir yang merupakan sekaligus Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal berjanji, akan menyampaikan kepada pihak yang berwenang.
“Ya, apa yang panjenengan keluhkan saya tampung, dan segera akan saya sampaikan kepada pihak berwenang, terkait hal ini,” jawab Anggota DPRD Kendal yang telah menjabat empat periode dan kini kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Kendal.
Sementara terkait pengerukan Sungai Carakan di Dukuh Panggungsari, Desa Sendangdawung, disebutkan dilakukan untuk memperlancar aliran pengairan di wilayah tersebut. Menurut Munawir, hal itu juga menindaklanjuti yang disampaikan petani setempat kepada dirinya.
“Selain untuk pengairan di saat kemarau, pengerukan juga sebagai kontrol pengairan di saat penghujan nanti. Supaya tidak menggenang di pemukiman warga,” jelasnya. (HS-06)