HALO SEMARANG – Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyelenggarakan Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust, belum lama ini, di lapangan Imam Bonjol kota Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, fasilitas layanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi krisis akibat bencana besar.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menegaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah antisipasi, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran.
“Sumatera Barat memiliki sejarah panjang menghadapi gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini penting untuk meminimalkan korban dan mempercepat penanganan darurat. Dalam kondisi krisis, yang paling penting adalah kecepatan dan koordinasi lintas sektor,” kata dia, seperti dirilis kemkes.go.id.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menambahkan bahwa kesiapsiagaan adalah investasi untuk keselamatan masyarakat.
“Kita tidak bisa menghindari gempa, tetapi kita bisa memperkuat persiapan agar dampaknya dapat diminimalisir. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menentukan keselamatan ribuan bahkan jutaan jiwa di masa mendatang,” ungkap Vasko.
Kemenkes menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat respons kesehatan, yakni Tenaga Cadangan Kesehatan, Emergency Medical Team (EMT), Health Emergency Operation Center (HEOC), dan Public Safety Center (PSC) 119. Sementara itu, latihan cluster kesehatan juga difokuskan pada koordinasi, ketersediaan logistik medis, sistem rujukan, serta jejaring lintas sektor.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan mencakup pelatihan teknis hingga field training exercise (FTX) yang melibatkan 657 peserta dari unsur kesehatan maupun lintas sektor, termasuk BNPB, Basarnas, TNI, Polri, PMI, PLN, PDAM, serta organisasi masyarakat.
“Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. Momentum simulasi ini bukan hanya penting bagi Sumatera Barat, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Sekjen Kunta. (HS-08)