HALO SEMARANG – Kementerian Agama mendukung integrasi Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional (BDT-MTN), sebagai bagian dari penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama dan Non-Disclosure Agreement (NDA) Integrasi Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan manajemen talenta nasional, termasuk talenta yang lahir dari lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.
“Kerja sama ini sangat strategis dalam pengembangan manajemen talenta nasional. Potensi talenta di lingkungan Kementerian Agama sangat besar, mulai dari seni budaya hingga talenta peserta didik madrasah dan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan,” kata Kamaruddin Amin, seperti dirilis kemenag.go.id.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama memiliki berbagai talenta khas yang dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem talenta nasional, seperti seni baca tulis Al-Qur’an, kaligrafi, hingga berbagai kompetensi akademik dan riset yang dimiliki para mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan.
Menurutnya, integrasi data ini akan memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mengembangkan potensi generasi muda Indonesia.
“Talenta-talenta khas yang dibina oleh Kementerian Agama seperti seni baca Al-Qur’an, kaligrafi, dan berbagai prestasi siswa madrasah maupun mahasiswa perguruan tinggi keagamaan akan kita sinergikan dalam manajemen talenta nasional. Ini menjadi bagian dari gugus tugas yang produktif untuk mengkapitalisasi talenta-talenta bangsa,” jelasnya.
Kamaruddin juga menegaskan bahwa ke depan akan ada berbagai program kolaboratif untuk mengembangkan talenta tersebut melalui kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Ke depan tentu akan ada program khusus yang mendukung pengembangan manajemen talenta ini. Kita memiliki banyak potensi, termasuk para periset dan talenta khas di lingkungan Kementerian Agama,” lanjutnya.
Ia pun mengajak para siswa madrasah, santri pesantren, serta mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi.
“Kepada anak-anak madrasah, pesantren, dan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia, mari bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi. Talenta-talenta yang ada akan kita bina dan kembangkan agar menjadi program yang produktif bagi masyarakat. Mari berprestasi dan bekerja keras untuk mengembangkan talenta nasional,” pesannya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan bahwa pengembangan talenta nasional harus berbasis data yang terintegrasi agar proses pembinaan dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.
Sistem ini menjadi simpul integrasi berbagai sistem informasi manajemen talenta yang mencakup bidang riset dan inovasi, seni budaya, olahraga, serta talenta peserta didik.
“Integrasi talent pool harus berbasis data. Basis data terpadu menjadi instrumen strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk mengembangkan talenta secara adil dan merata bagi seluruh anak bangsa,” jelasnya. (HS-08)