in

Kembangkan Kerupuk Kolang-Kaling Asal Limbangan Kendal Jadi Tema KKN Mahasiswa

Sosialisasi “Optimalisasi UMKM Lokal melalui Pemasaran Digital dan Pengembangan Produk Kolang Kaling” diikuti sejumlah pelaku UMKM dan Tim Penggerak (TP) PKK Desa Limbangan Kendal.

HALO KENDAL – Sosialisasi pengembangan UMKM dan inovasi produk digelar Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (Upgris) Kelompok 72 belum lama ini di Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Sosialisasi mengambil tema “Optimalisasi UMKM Lokal melalui Pemasaran Digital dan Pengembangan Produk Kolang Kaling” diikuti sejumlah pelaku UMKM dan Tim Penggerak (TP) PKK desa setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal serta memperkenalkan produk olahan berbahan dasar kolang kaling yang inovatif.

Salah satunya yaitu pengembangan kerupuk kolang kaling, yang diharapkan dapat menjadi potensi ekonomi baru yang diharapkan menjadi produk unggulan baru dari desa setempat.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa KKN berbagi wawasan mengenai cara pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha), pengemasan dan pelabelan produk, serta pemasaran berbasis digital dengan memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce.

Selain itu, mahasiswa KKN juga berbagi wawasan mengenai cara mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Salah satu peserta pelatihan, Saidah mengungkapkan, pengembangan kolang kaling menjadi kerupuk ini merupakan hal yang baru.

Padahal menurutnya, Desa Limbangan merupakan salah satu penghasil kolang kaling dengan jumlah yang besar, tetapi untuk penjualannya hanya dijual mentah saja.

“Kerupuk kolang kaling ini merupakan hal yang baru, saya dengar karena umumnya kolang kaling hanya diolah menjadi kolak atau manisan. Rasa kerupuknya juga enak dan gurih. Mungkin bisa bervariasikan lagi, supaya kolang kaling di sini bisa dinaikkan nilai jualnya,” ungkap Saidah, Sabtu (22/2/2025)

Dengan adanya kegiatan ini dirinya berharap, UMKM lokal yang ada di Desa Limbangan dapat meningkatkan daya saing sehingga bisa memperoleh pasar yang lebih luas.

“Pelatihan inovasi produk kerupuk kolang kaling juga dapat menjadi referensi masyarakat Desa Limbangan untuk mengembangkan bahan baku lokal menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” harap Saidah.

Sebelumnya, Azriel, mahasiswa Teknologi Pangan Upgris yang bertugas sebagai Seksi Kewirausahaan sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan diadakan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Desa Limbangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dijelaskan, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperbesar pertumbuhan ekonomi desa, khususnya di bidang kuliner.

“Inovasi produk kerupuk kolang kaling ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memanfaatkan bahan baku lokal menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” jelas Azriel. (HS-06)

Kasdam Diponegoro Dorong FKPPI Jateng Terus Kawal Program Pemerintahan 

Mendorong Pariwisata Semarang Melalui Gebyuran Bustaman dan Fashion Show di Gang Sempit