HALO BLORA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Semarang, berkolaborasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Blora, mulai menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan pokok warga Blora tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama Bidang SDA DPUPR dan BPBD Kabupaten Blora, penyaluran perdana dropping air bersih menyasar empat desa di wilayah Kecamatan Jati yang masuk dalam wilayah kerja WS Jratunseluna.
Desa-desa tersebut meliputi Desa Singget, Desa Gabusan, Desa Tobo, dan Desa Pengkoljagong. Masing-masing desa menerima bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter.
Pasokan ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan harian bagi sekitar 50 Kepala Keluarg a (KK) atau lebih kurang 100 jiwa yang terdampak kekeringan di tiap desa.
Total bantuan air bersih yang digelontorkan pada hari pertama ini mencapai 16.000 liter, dan jumlahnya dipastikan akan terus bertambah ke desa-desa lain yang membutuhkan.
Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah dan Air Baku (PPK OP ATAB) BBWS Pemali Juana Semarang, Rendra Arief, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan komitmen nyata Kementerian PU dalam merespons dampak kekeringan secara cepat.
“Koordinasi dan kolaborasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Blora melalui Bidang SDA DPUPR dan BPBD Blora akan terus kami lakukan. Tujuannya agar penanganan dapat berjalan tepat sasaran, cepat, dan berkelanjutan demi meringankan beban masyarakat,” ujar Rendra, Selasa (28/7/2026), seperti dirilis blorakab.go.id.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Blora, Surat.
Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri PU dan Kepala Balai BBWS Pemali Juana beserta jajaran yang bergerak sigap menolong warga Kecamatan Jati yang sudah kesulitan air bersih selama beberapa hari terakhir.
“Tentu saja bantuan air bersih ini sangat meringankan beban warga kami yang terdampak kekeringan, khususnya di Desa Gabusan, Singget, Tobo, dan Pengkoljagong. Kami dari pihak Pemkab Blora siap mendampingi dan berkolaborasi penuh agar proses penyaluran di lapangan berjalan lancar, tepat sasaran, dan langsung dirasakan manfaatnya,” ungkap Surat.
Bagi masyarakat Kabupaten Blora yang wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih, Kementerian PU mengimbau untuk segera melapor kepada admin siaga bencana kekeringan BBWS Pemali Juana.
Pengaduan dapat dikirimkan melalui nomor telepon dan WhatsApp Hotline di 081260000375. Laporan dari masyarakat akan menjadi basis data utama untuk mempercepat penanganan dan distribusi air bersih di wilayah terdampak. (HS-08).


