in

Kedaruratan Pandemi Berakhir, Anggota Fraksi PDIP DPR Ini Ingatkan Antisipasi Penyakit Menular Lainnya

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, mengajak semua pihak, untuk memetik hikmah dari pandemi Covid-19, yang meluluh-lantahkan perekonomian global, serta menyebabkan lebih dari 7 juta penduduk dunia meninggal.

Ajakan tersebut disampaikan Rahmad Handoyo, merespons keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan kedaruratan pandemi Covid-19 telah berakhir.

“Kita bersyukur, tetapi perlu diingat pencabutan status darurat bukan berarti ancaman Covid-19 sudah berakhir,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id.

Menurut dia, Covid-19 masih bisa kembali. Bahkan ke depan, peyakit sejenis bisa muncul kapan saja.

“Jadi mari memikirkan langkah-langkah antisipasi, agar ke depan kita lebih siap menghadapi penyakit menular seperti Covid-19,” kata Rahmad.

Legislator PDI Perjuangan itu, berpendapat pencabutan status darurat Covid-19, juga menjadi momentum yang tepat, untuk memperbaiki sistem penanggulangan bencana penyakit menular, melalui penyusunan RUU Kesehatan.

“Momentum penyusunan RUU Kesehatan harus kita gunakan, untuk perbaikan sistem penanggulangan bencana penyakit menukar melalui koordinasi yang kuat holistik dalam menghadapi kemungkinan pandemi di masa mendatang,” kata dia.

Belajar dari pengalaman menghadapi Covid-19 sebelumnya, Rahmad menilai masih ada beberapa catatan yang layak jadi perhatian.

Misalnya, kesiapan fasilitas kesehatan yang kurang memadai di rumah sakit. Termasuk kesiapan para tenaga kesehatan dalam menghadapi musibah pandemi.

“Ingat, rumah sakit kita pernah kewalahan menampung pasien dan obat-obatan sulit didapat,” kata dia.

Oleh karena itu, dia meminta fasilitas kesehatan, ke depan harus dalam posisi lebih siap, karena tetap adanya ancaman bencana kesehatan, termasuk wabah selain Covid-19.

“Upaya pemerintah berkaitan dengan infrastruktur medis, termasuk tenaga kesehatan harus optimal di seluruh daerah,” katanya.

Selanjutnya, Handoyo juga menekankan perlunya mempersiapkan obat-obatan, termasuk vaksin secara berdikari.

 

“Kita juga harus mengembangkan penelitian untuk menghasilkan obat-obatan dan vaksin secara mandiri, sehingga kita sudah siap jika ada ancaman virus baru yang datang melanda. Ini perlu,” katanya.

Dikatakan, obat-obatan harus jadi perhatian serius karena ternyata indonesia tergantung 90 persen obat impor.

Hal ini menurut Handoyo sangat berisiko kalau ke depan dunia menghadapi hal sama tentunya kita kelabakan dan tidak akan siap.

“Kekurangan obat kelangkan alat kesehatan, kedepanindonesia harus dipastikan lebih berdikari di bidang obat dan alat kesehatan, ” katanya.

Tak kalah penting, kata Handoyo, masyarakat harus tetap hidup secara hegenis. Menjaga kebersihan dan kesehatan dengan cara mencuci tangan dan makan-makanan bergizi.

“Sudah terbukti, tubuh yang sehat bisa melawan penyakit termasuk virus Covid-19. Pola gerakan hidup sehat harus menjadi gerakan nasional. Mulai dari pola hidup dan pola makan sehingga akan bisa secara mandiri masyarakat mampu mencekal penyakit menular lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, WHO telah mencabut level kedaruratan dari pandemi Covid-19. Adapun pandemi Covid-19 belum dinyatakan usai, sehingga ancaman penyebaran virus tersebut masih ada, walaupun bukan menjadi emergensi global.

Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Covid-19 bukan lagi tergolong sebagai kedaruratan global.

“Meskipun demikian, hal itu bukan berarti Covid-19 telah usai sebagai ancaman kesehatan global,” ujar Tedros. (HS-08)

Ajang Kontes Bonsai Sragen, Naikkan Nilai Jual dari Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah

Pastikan Kesiapan Pengamanan KTT ASEAN, Kapolri dan Panglima TNI Tinjau 91 Comand Center,