in

Karang Taruna Gajahmungkur Diberikan Pelatihan Digital Markering

Peserta Pelatihan Digital marketing berfoto bersama usai acara.

 

HALO SEMARANG – Dosen program Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang bersama beberapa mahasiswanya melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan Pelatihan Digital Marketing produk kuliner kepada 50 anggota Karang Taruna Kelurahan Gajahmungkur Semarang, di Balai RW 2, Kelurahan setempat, belum lama ini.

Pelatihan difokuskan pada pembuatan visual merek, desain kemasan, dan komunikasi pemasaran digital pada media sosial.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Udinus, yang telah membagikan tambahan pengetahuan khususnya pelatihan digital marketing. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat dan bantuan dana yang diberikan dapat kami gunakan untuk mengembangkan program-program kami kedepan,” ungkap Muhamad Fatchul Amin, Ketua Karang Taruna Kelurahan Gajahmungkur.

Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro, Lisa Mardiana, M. I. Kom memberi pemahaman kepada peserta pelatihan tentang pentingnya sebuah visual untuk sebuah merek, karena identitas merek dapat dikenali dari visual yang dimilikinya. Seperti logo, icon, dan semboyan.

“Peserta juga diajak untuk menggambar langsung icon untuk daerahnya. Gambar yang dianggap mampu merefleksikan potensi daerahnya, akan dikembangkan dan dibantu untuk menjadi sebuah karya yang memiliki hak cipta. Apalagi di daerah ini merupakan kampung jajanan, dan untuk membantu memasarkan potensi produk kuliner disini,” terangnya.

Dosen Tim pengabdian lain, Zahrotul Umami, M. I. Kom dan Hasan Basori, M. A serta Muhammad Noor Hidayat yang merupakan dosen desain grafis ini mengambil langkah untuk memberi pelatihan bagaimana membuat kemasan yang menarik, sehingga bisa meningkatkan nilai jual produk.

Dengan memanfaatkan CANVA, anggota Karang Taruna diajari membuat website desainer yang sederhana dan mudah.

“Peserta terlihat sangat antusias, karena banyak dari mereka yang baru pertama memiliki pengalaman seperti ini.  Para peserta justru bertambah antusias ketika diberi tips dan trik bagaimana mendapat attention di media sosial. Selain waktu yang paling efektif untuk menggunggah postingan, pentingnya konten, angel, dan segmentasi juga dijelaskan,” kata Zahrotul Umami.

Sementara, penggagas penelitian kampung tematik,  Fibriyani Nur Aliya mengatakan, pelatihan digital marketing ini digelar di Kampung Jajanan sebagai tindak lanjut dari penelitian tersebut.

“Ini merupakan langkah nyata kami sebagai akademisi dalam memberi sumbangsih kepada kota. Para dosen pun sangat antusias ketika diusulkan pelatihan digital marketing pada program pengabdian masyarakat ini. Selain sesuai dengan perkembangan jamannya, sasarannya pun tepat jika diberikan pada generasi milenial, seperti Karang Taruna,” pungkasnya.(HS)

Geregetan Bupati Korupsi, Ganjar Ajukan Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Ada KPK di Daerah

Empat Kabupaten di Jateng Alami Kekurangan Air Bersih