in

Kapolresta Surakarta Lakukan Pengamanan Kunjungan Presiden RI di Wilayah Kota Solo

Mobil Dinas Presiden RI Indonesia 1 berada di Kota Solo. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SURAKARTA –  Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi, memimpin pengamanan jalur yang dilalui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Rabu (19/06/2024), saat Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar dam Klaten.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, selain Kapolresta Surakarta tampak hadir Dirlantas Kombes Pol Sonny Irawan dan Dandim 0735/ Ska Letkol Inf Eko Hardianto.

Dalam pengamanan kunker Presiden bersama rombongan ini, kata Kapolresta Surakarta, dia telah mengerahkan personel gabungan TNI dan Polri, pada beberapa jalur jalan utama, di mana rombongan RI 1 melintas.

Personel yang melaksanakan pengamanan, sudah standby sejak pukul 05.30 di lokasi-lokasi yang telah direncanakan. Mereka di bawah pimpinan perwira pengendali yang sudah ditunjuk.

Seperti di sepanjang jalur jalan utama dari Jogja ke Solo hingga menuju ke Karanganyar, nampak terlihat warga berdiri sambil menyaksikan kedatangan Presiden Joko Widodo.

Bahkan, warga begitu bersemangat sambil meneriakkan “selamat datang Pak Jokowi,” saat rombongan Presiden Joko Widodo melintas.

“Pengamanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur, demi kelancaran dan keamanan kunjungan Presiden RI hingga berakhirnya kegiatan nanti,” kata Kombes Pol Iwan, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Pompanisasi

Sementara itu ketika mengunjungi Karanganyar untuk mengecek realisasi pemberian bantuan pompa air, Presiden Jokowi mengatakan pompanisasi ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi di seluruh provinsi yang diperkirakan akan kekeringan pada bulan Juli-Oktober.

Adapun untuk Jawa Tengah, memiliki target produksi padi sebesar 9,8 juta ton.

“Dengan pompanisasi, kita ingin ada tambahan 1,3 juta ton. Sudah didatangkan pompa dan sudah diterima oleh Pj Gubernur Jateng di Kodam. Kita harapkan kekeringan panjang yang diperkirakan BMKG bisa ditutup dengan pengolahan air seperti ini,” kata Jokowi, saat meninjau bantuan pompa air di Karanganyar.

Pompanisasi tersebut mengolah air dari sungai dan air tanah untuk dialirkan ke sawah langsung dan melalui irigasi teknis. Selain itu,  hujan buatan juga akan dimaksimalkan di ujung musim hujan.

Salah seorang anggota Kelompok Tani Sumber Waras 4 Kabupaten Karanganyar, Mulyadi  mengatakan,  selama puluhan tahun petani di Desa Kredawahono mengandalkan hujan untuk menanam padi.

Di sela itu biasanya petani meminta air dari daerah lain, bantuan air itupun kadang datangnya terlambat, sehingga menghambat proses tanam dan pertumbuhan padi.

“Untuk pertanian mengandalkan hujan, kadang minta daerah lain. Kesulitan air sudah sekitar 20 tahun lebih. Baru kali ini dapat bantuan pompa air,” ujarnya.

Mulyadi berterima kasih atas bantuan pompa air dari pemerintah. Bantuan itu dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Setelah dapat bantuan,  panennya lebih baik dari sebelumnya. Biasanya setahun tiga kali panen dengan rata-rata 1 hektare menghasilkan padi 1 ton,” katanya.

Sementara itu Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, mengatakan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi penyangga kebutuhan pangan nasional.

Bantuan pompa air dan alsintan yang diberikan kepada kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani.

Pada tahun 2023 laku produktivitas di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta ton GKG atau setara 5,22 ton beras.

“Kalau proses ini berhasil maka akan ada tambahan sekitar 1,2 juta sampai 1,5 juta ton,” katanya beberapa waktu lalu. (HS-08)

Ajak Waspada, Anggota Satsamapta Polresta Surakarta Sambangi Pemilik Toko Emas

Lomba Tenis Lapangan ‘Kapolres Kendal Cup 2024’ Meriahkan HUT Bhayangkara ke-78