in

Kantor Kemenag Kota Tegal Gelar Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi Penyuluh Agama

Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Bagi Penyuluh Agama Islam, yang digelar Kantor Kemenag Kota Tegal, di lantai 2 Kedai Radar, Kamis (15/5/2025). (Foto : tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal mengadakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Bagi Penyuluh Agama Islam, di lantai 2 Kedai Radar, Kamis (15/5/2025).

Ada sebanyak 40 peserta, dari penyuluh agama Islam baik PNS, PPPK dan non PNS serta Kepala KUA di wilayah Kota Tegal.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal Ahmad Muhdzir, mengatakan dunia digital saat ini terus berkembang.

Saat ini sebagian besar warga Indonesia memiliki akun media sosial atau media komunikasi orolan (chating), seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, Youtube, Telegram atau Whatsapp.

Melalui pelatihan membuat konten kreatif penyuluhan, selain berdakwah secara tatap muka, juga bisa menebar kebaikan dan menyebarluaskan ilmu untuk masyarakat.

“Jadi perkembangan media sosial ini harus disikapi dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Yang awalnya tidak tahu membuat konten, diharapkan bisa membuat konten meskipun secara sederhana,” kata Ahmad Muhdzir, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Peserta juga nantinya bisa mengkampanyekan pesan-pesan keagamaan, minimal dalam satu bulan bisa membuat satu konten. Jika lebih produktif maka akan lebih baik.

Ditambahkan Ahmad Muhdzir bahwa pelatihan tersebut juga sejalan dengan program prioritas Menteri Agama RI terkait digitalisasi layanan, dengan harapan bisa memanfaatkan dunia digital dengan baik.

Pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Plt Kepala Diskominfo Kota Tegal Dorres Indrian Nugroho.

Disampaikannya bahwa hampir sebagian besar masyarakat Indonesia kini menggunakan smartphone, dan rata-rata memiliki media sosial. Bahkan dalam waktu setiap saat, mereka selalu mengakses media sosial.

Konten kreatif saat ini menjadi tren, karena selain menjadikan pembuat konten terkenal, juga bisa mendapatkan penghasilan.

Meski demikian, konten-konten yang dibuat juga harus mengedepankan etika. Seperti tidak menebar ujaran kebencian, tidak asal menjiplak tanpa izin, dan menjaga adab.(HS-08)

Polda Jateng Tangkap Spesialis Bobol Brankas, Modus Sembunyi di Toko Hingga Tutup

Wali Kota Tegal Apresiasi Penyelenggaraan Puspaga Kota dan Kecamatan