HALO SEMARANG – Pimpinan dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beramai-ramai menyoroti kasus amblasnya Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi).
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhammad Iqbal, menyatakan keprihatinannya terkait amblasnya jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi).
Iqbal menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, harus segera melakukan antisipasi dan perbaikan untuk memastikan jalan tol tersebut agar dapat segera dilalui oleh kendaraan arus mudik.
“Kami dari Komisi V sangat menyayangkan hal itu terjadi. Kami juga meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR, untuk secepatnya melakukan antisipasi dan perbaikan agar jalan tol itu bisa segera bisa dilalui oleh kendaraan bermotor,” ujar Iqbal kepada Parlementaria, di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi V di Kantor Jasa Marga, Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (05/04/2024).
Ia juga menekankan pentingnya aspek keamanan dalam pengambilan keputusan terkait penutupan jalan tol Bocimi.
“Ya, keamanannya harus ada hitungan-hitungannya. Kalau memang harus ditutup, segera ditutup. Tetapi kalau memang perhitungannya tol Bocimi masih bisa dilalui, maka kami minta kepada pemerintah untuk mengumumkan kepada masyarakat,” ujar Politisi Fraksi PPP ini.
“Kalau memang perhitungannya tol Bocimi masih bisa dilalui, maka kami minta kepada pemerintah untuk mengumumkan kepada masyarakat,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id
Dalam menghadapi arus mudik menjelang Lebaran, Iqbal menyoroti perlunya kerja sama koordinasi antara Kementerian PUPR, operator, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat merasa nyaman dalam melakukan perjalanan mudik. Kunjungan ini menegaskan komitmen Komisi V DPR RI untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran dan keselamatan para pengguna jalan tol.
“Kita tahu ini tinggal beberapa hari lagi kita menyambut Lebaran dan perhitungan kami adalah sekitar tanggal 6 April adalah titik puncak dari arus mudik. Kita berharap agar ada kerja sama koordinasi antara Kementerian PUPR, operator, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan agar masyarakat bisa merasa nyaman dalam melakukan mudik Lebaran,” ucapnya.
Iqbal juga menyoroti urgensi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Keputusan terkait jalan tol Bocimi diharapkan dapat diambil dengan pertimbangan matang demi kepentingan publik.
Dengan demikian, langkah-langkah antisipasi dan perbaikan yang segera diambil oleh pemerintah akan memberikan dampak positif bagi kelancaran arus mudik dan keamanan para pengguna jalan tol.
“Hal ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan hari raya Lebaran,” tegasnya.
Jaminan Keamanan
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan Pemerintah, untuk menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat saat mudik Lebaran 1445 H.
Puan menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, apalagi beberapa waktu lalu terjadi longsor di ruas Tol Bocimi KM 64 arah Jakarta-Sukabumi.
“Saya minta kepada Pemerintah untuk bisa menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik karena kabarnya akan ada jutaan orang yang melakukan mudik mulai hari ini sampai minggu depan. Antisipasi hal-hal yang memang harus dilakukan oleh semua stakeholder. Baik itu dari sisi jalanan maupun semua fasilitas yang digunakan masyarakat untuk mudik. Dan untuk jalan tol yang longsor beberapa waktu lalu, Pemerintah harus segera melakukan perbaikan dan menyiapkan jalur alternatif yang aman bagi pemudik,” kata Puan, baru-baru ini.
“Saya minta kepada Pemerintah untuk bisa menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik karena kabarnya akan ada jutaan orang yang melakukan mudik mulai hari ini sampai minggu depan,”
Seperti diketahui, sejumlah tol baru mulai dibuka secara fungsional dalam rangka arus mudik dan balik Lebaran. Seperti Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), Tol Indrapura-Kisaran Seksi II (Lima Puluh-Kisaran), dan Tol Solo-Yogyakarta.
“Pastikan akses pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi pemudik tersedia di posko-posko mudik. Baik di jalan tol, jalan arteri, stasiun, terminal, dan bandara. Pelayanan kesehatan sebaiknya meliputi pelayanan darurat,” terang Puan.
Puan juga menambahkan, jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) bersama stakeholder terkait juga harus bersiap menyambut kedatangan para pemudik di daerahnya masing-masing. Puan pun mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pusat-pusat keramaian dan obyek wisata.
“Karena saat mudik Lebaran, masyarakat juga biasanya sekaligus berlibur bersama keluarga. Keamanan dan kenyamanan di tempat wisata dan pusat keramaian pun harus diperhatikan,” sebutnya.
Kepada masyarakat, Puan mengimbau untuk melakukan perjalanan mudik yang aman. Terutama karena BMKG memprediksi adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia dalam periode mudik Lebaran ini.
“Selalu hati-hati dalam melakukan perjalanan mudik. Dan bagi yang membawa kendaraan pribadi, istirahat apabila memang terasa lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area dan fasilitas tempat istirahat yang telah disiapkan oleh petugas. Selamat berkumpul bersama keluarga di Hari Raya. Semoga masyarakat dapat menikmati momen libur Idul Fitri dengan menyenangkan,” tutupnya.
Jalur Alternatif
Anggota Komisi V DPR RI, Mesakh Mirin meminta agar pemerintah segera memberikan alternatif atau rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat amblasnya tol tersebut, mengingat arus mudik lebaran sudah mengalami kepadatan. Jangan sampai insiden ini menimbulkan kemacetan yang panjang, sehingga merugikan masyarakat yang akan melakukan mudik di wilayah sekitar atau yang melalui wilayah tersebut.
“Saya minta Kepolisian maupun Jasa Marga melakukan rekayasa lalu lintas karena ini kan arus mudik sudah mulai terjadi kepadatan,” kata dia.
“Ada jalan-jalan alternatif lainnya, mungkin dari arah Ciawi bisa diarahkan ke Batu Tulis, dulunya jalur ini digunakan. Diharapkan jalur-jalur alternatif ini bisa mengurangi kemacetan akibat terjadinya longsor di Tol Bocimi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mesakh Mirin meminta dilakukan evaluasi menyeluruh di jalur Tol Bocimi ini.
Oleh karena tol tersebut merupakan tol baru yang tentunya harus benar-benar diuji keamannya sehingga tidak merugikan masyarakat yang menggunakan tol tersebut. Mesakh juga meminta agar tol Bocimi ini tidak dipaksakan untuk segera digunakan. Karena tol tersebut merupakan tol baru yang harus benar-benar diuji keamannya mengingat kondisi geografis sekitarnya.
“Padahal tol ini kan belum sampai dua tahun namun sudah terjadi musibah longsor tersebut. Tol ini terlalu dipaksakan untuk segera digunakan. Saya minta Kepolisian maupun Jasa Marga melakukan rekayasa lalu lintas karena ini kan arus mudik sudah mulai terjadi kepadatan, jangan sampai menimbulkan kemacetan dibeberapa titik,” ujar Politisi Fraksi PAN ini.
Sementara itu, mengutip pemberitaan di media, bahwa PT Trans Jabar Tol (TJT) berupaya agar Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 2 Cigombong-Cibadak bisa segera dioperasikan. (HS-08)