HALO BANJARNEGARA – Pasca-penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong di Bawang, masalah sampah menjadi problem cukup pelik. Di mana setiap dua kali dalam sepekan sampah dibuang ke TPA tersebut.
Hal itu yang membuat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mulya Hati Desa Pekauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara berinisiatif untuk ikut menangani sampah di desanya.
”Alhamdulillah setelah dikelola oleh KSM Mulya Hati, persoalan sampah di Pekauman dapat teratasi. Sampah dipilah, yang memiliki nilai ekonomis dijual dan hasilnya untuk kegiatan sosial KSM,” ungkap Kepala Desa Pekauman, Sugeng Pilianto, Jumat (14/11/2025).
Ketua KSM Mulya Hati Pekauman, Madukara Priyanti menekankan, masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Yaitu semua lapisan masyarakat dan pemerintah desa.
Dirinya mengakui, KSM Mulya Hati yang sebagian besar anggotanya adalah ibu – ibu sudah cukup lama mengelola sampah dari warga Pekauman.
”Kami berkolaborasi dengan kader Posyandu berusaha untuk membantu desa dalam menangani sampah yang selalu menumpuk setiap hari,” ujar Priyanti.
Dirinya memaparkan, sampah dari rumah – rumah penduduk dikumpulkan di sebuah tempat khusus untuk dipilah, kemudian diambil yang bernilai ekonomis.
“Sampah yang punya nilai ekonomis dipilah oleh ibu – ibu untuk dijual ke tukang rongsok, sampah plastik dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar minyak atau BBM dan kerajinan tangan. Untuk sisanya dibuang ke TPA Winong,” beber Priyanti.
ia juga menyebut, jika hasil penjualan sampah (rongsok) uangnya bergulir untuk kegiatan penanganan sampah di Desa Pekauman dan sebagian lagi masuk khas KSM Mulya Hati.
Dari kegiatan non profit ini, lanjut Priyanti, KSM Mulya Hati mulai mendapat kepercayaan masyarakat. Meski belum menghasilkan secara maksimal, namun para ibu – ibu tetap semangat.
”Intinya, kita berusaha agar sampah dari Pekauman tidak menumpuk dan dibuang begitu saja. Bahkan kelompok ibu – ibu Menggalakan kegiatan sedekah sampah,” tandasnya.
Priyanti juga menjelaskan, jika pihaknya bersama Pemdes akan segera melakukan perluas areal rumah pengolahan sampah di Pekauman yang telah dibangun tahun 2024 silam tersebut.
”Walau sangat sempit rumah ini sudah dilengkapi dengan alat pirolisis atau alat pembakaran sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif seperti Petasol,” jelasnya.
Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya telah menerima kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara.
”Kunjungan bersama kementerian lingkungan hidup untuk melihat langsung upaya pengolahan sampah KSM Mulya Hati Desa Pekauman,” ujar Kepala DPKPLH Banjarnegara Herrina Indri Hastuti. (HS-06)