HALO SEMARANG – Sejumlah jemaah haji kelompok terbang (kloter) 18 embarkasi Solo, memuji layanan konsumsi di Tanah Suci. Mereka menilai menu yang disajikan benar-benar bercita rasa Indonesia.
“Pokoknya sesuai dengan selera kita. Indonesia banget,” kata Ketua Kloter 18 Embarkasi Solo, Nurhuda, Sabtu (18/6/2022) seperti dirilis kemenag.go.id.
Menurut dia, penyajian makanan tersebut, selain tepat waktu, juga masih dalam keadaan hangat.
Jemaah lainnya, Armini, mengungkapkan buah yang disajikan juga masih dalam kondisi segar. “Malah terasa manis sekali, lebih manis daripada di Indonesia,” ujarnya.
“Kalau bisa, terkait konsumsi kami boleh nambah ya, Pak…” kata keduanya kompak sembari tertawa.
Jemaah haji Kloter 18 Embarkasi Solo sudah memasuki hari kedua di Madinah. Mereka mulai beradaptasi dengan suasana kota Nabi.
“Alhamdulillah seluruh jemaah kami dalam keadaan sehat dan bugar,” ungkap Nurhuda.
Menurutnya, seluruh jemaah juga dapat melaksanakan ibadah salat fardu berjamaah di Masjid Nabawi dengan lancar.
“Seusai salat subuh tadi pagi, kami melaksanakan pembinaan kepada jemaah di halaman Masjid Nabawi, dilanjutkan ziarah ke Makam Baqi,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, mulai tahun ini, Kementerian Agama RI meningkatkan layanan katering jemaah haji Indonesia, dari dua kali menjadi tiga kali makan setiap hari, baik di Makkah maupun Madinah.
Untuk memastikan kualitas makanan dan distribusi yang tepat, Kemenag juga memperkuat tim petugas katering.
“Akan ada petugas tambahan yang akan disebar di Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah. Umumnya mereka akan disiapkan untuk pelayanan katering,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsad Hidayat, baru-baru ini.
Arsyad menambahkan, penyelenggaraan haji 1443 H adalah kali pertama jemaah Indonesia mendapat layanan katering tiga kali makan setiap hari. Layanan katering itu diberikan dengan rincian, maksimal 75 kali makan selama 25 hari di Makkah, maksimal 27 kali makan selama 9 hari di Madinah, satu kali makan di Jeddah, diberikan saat kedatangan (jemaah gelombang II) atau kepulangan (jemaah gelombang I), layanan konsumsi (makan pagi, siang, dan malam) saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (HS-08)