HALO SEMARANG – Menjelang pelaksanaan World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali, Polda Bali beserta jajarannya berhasil mengungkap 115 kasus dan mengangkap 136 tersangka.
Hal itu disampaikan Direrkrimum Polda Bali, Kombes Pol Yanri Paran Simarmata, dalam keterangan di Gedung Presisi Polda Bali, Sabtu (11/5/2024), mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini, dilaksanakan dalam Operasi Sikat Agung Tahun 2024, yang mulai dari 25 April 2024 sampai 10 Mei 2024.
“Secara keseluruhan, Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap sebanyak 115 kasus dan 136 orang tersangka yang melakukan kejahatan curat, curas dan curanmor,” kata Kombes Pol Yanri, seperti dikutip dari mediahub.polri.go.id.
Adapun rincian pengungkapan kasus tertinggi adalah :
- Polresta Denpasar : 30 kasus dan 34 tersangka
- Polda Bali (krimum) : 12 kasus dan 12 tersangka
- Polres Gianyar : 15 kasus dan 16 tersangka
- Polres Buleleng : 14 kasus dan 19 tersangka
- Polres Jembrana : 13 kasus dan 12 tersangka
- Polres Badung : 12 kasus dan 13 tersangka
- Polres Karangasem : 6 kasus dan 11 tersangka
- Polres Tabanan : 5 kasus dan 8 tersangka
- Polres Klungkung : 5 kasus dan 7 tersangka
- Polres Bangli : 3 kasus dan 4 tersangka.
“Dalam operasi sikat ini, tentunya terdapat target operasi, yang menjadi fokus perhatian untuk diungkap, namun dalam pelaksanaannya kami juga mengungkap beberapa kejahatan di luar target operasi yang telah ditetapkan,” kata dia.
Berdasarkan target operasi (TO) yang telah ditetapkan, selama 16 hari Polda Bali dan jajaran mengungkap 70 kasus dan 75 tersangka, terdiri atas kasus curat, curas dan curanmor.
Adapun rinciannya, curat 33 kasus dan 37 orang tersangka, curas 4 kasus dan 7 orang tersangka, dan curanmor 33 kasus dan 31 orang tersangka.
Dari berbagai pengungkapan kasus tersebut, Polda Bali juga telah mengamankan berbagai jenis barang bukti seperti 10 unit mobil, 1 unit mobil listrik, 70 unit sepeda motor, 30 unit ponsel, 13 ekor ayam, 4 buah gitar, 4 unit spidometer truck, 3 unit mesin bor, 10 buah tabung gas, 2 buah kunci, serta uang tunai Rp 6.123.000.
Di antara pelaku yang ditangkap terdapat seorang WNA berkebangsaan Prancis, yang diduga melakukan pencurian satu unit sepeda motor di Nusa Penida.
“Selebihnya pelaku lainnya adalah WNI dan beberapa di antaranya merupakan residivis atau pemain lama, yang pernah ditangkap sebelumnya. Dari pengakuan para tersangka, rata-rata motif kejahatan yang dilakukan karena faktor ekonomi,” kata Dirreskrimum
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, juga menyampaikan Kegiatan operasi kewilayahan ini, digelar untuk menjaga situasi kamtibmas di Bali agar tetap kondusif, menjelang pelaksanaan World Water Forum (WWF) Ke-10 tahun 2024.
WWF Ke-10 akan dilaksanakan mulai minggu depan, tepatnya 18 Mei 2024 hingga 24 Mei 2024.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat Bali, agar turut serta menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing, dengan cara pastikan kendaraan kita aman dengan mengunci kendaraan dan bila perlu tambahkan kunci ganda, agar tidak ada kesempatan dan niat lagi bagi para pelaku untuk melakukan kejahatan di wilayah hukum Polda Bali,“ kata Kabid Humas.
Hadir dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kabidhumas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Karo Operasi Polda Bali Kombes Pol Soelistijono serta para tersangka berikut barang buktinya. (HS-08)