HALO KENDAL – Banjir yang melanda Kendal, sejak Sabtu kemarin (31/12/2022) hingga Minggu (1/1/2022) membuat jalur Pantura di Kota Kendal masih terendam air. Akibatnya, para pengendara ekstra hati-hati saat melintas.
Seperti terpantau di pertigaan jalur Pantura atau tepatnya di depan Markas Kodim Kendal, banjir setinggi 50 – 80 centimeter, membuat kendaraan truk, mobil maupun sepeda motor berjalan perlahan.
Bahkan di Markas Koramil 01/Kendal, yang terletak di seberang Kodim, banjir masuk area markas hampir setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya banyak pengendara sepeda motor yang berbalik arah, meski ada juga yang nekat menerobos banjir.
Salah seorang pengendara mobil, Budiyono, warga Ringinarum mengaku, banjir yang terjadi sangat besar, membuatnya harus perlahan saat melintas di jalur tersebut.
“Banjirnya besar ini. Saya harus ekstra hati-hati, karena genangan airnya tinggi dan juga di sini terkenal banyak lubang jika ada banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut pengendara sepeda motor, Khofifatur, warga Kangkung, dirinya mengaku nekat melewati jalur yang banjir, karena ada keperluan di Kota Kendal.
“Ya mau gimana lagi. Tadi sudah nyampe jembatan Langenharjo, lihat di sini banjir ya nekat, langsung trabas aja. Alhamdulillah aman,” ujarnya.
Sementara itu, banjir juga menyebabkan terganggunya beberapa pelayanan publik, baik perkantoran maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Pasalnya beberapa rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kendal, dilaporkan juga terdampak banjir.
Salah satu pelayanan kesehatan yang terendam banjir yakni UPTD Puskesmas Patebon II yang berada di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon yang terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Salah seorang staf Puskemas Patebon II, Solekhah mengatakan, setidaknya sepuluh ruangan praktik terendam banjir. Dijelaskan, untuk sementara pelayanan puskesmas Patebon II ditutup. Karena alat kesehatan di puskesmas terendam banjir
“Beruntung sejumlah berkas, serta alat-alat kesehatan yang terendam banjir masih bisa diselamatkan,” jelasnya.
Solekah mengungkapkan, banjir yang terjadi kali ini termasuk banjir terbesar. Setelah beberapa tahun lalu, banjir juga pernah melanda sebagian besar wilayah di Kendal.
Menurutnya, banjir di puskesmas disebabkan derasnya curah hujan. Selain itu juga terjadi karena luapan air dari saluran irigasi yang tersumbat oleh sampah.
“Selain hujan deras, irigasi yang berada di taman dekat jalan utama tersumbat, akibatnya aliran air lambat, dan akhirnya meluap. Belum lagi, bangunan puskesmas berada lebih rendah dari jalan,” ungkap Solekah.(HS)