in

Jaga Kelestarian Alam, PLTU Batang Rehabilitasi Pohon di Lahan Seluas 22 Hektare

Ketua KUB Setya Sejahtera, Khoeron (54), di Kebun Pembibitan Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (18/6/2023). (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), berupaya melestarikan lahan hijau, dengan mendukung pembibitan tanaman, melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Dalam kegiatan itu, PT BPI yang merupakan pembangun, pemilik, dan pengoperasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang 2 X 1.000 MW itu, bekerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Setya Sejahtera.

Dibentuk pada 2013, KUB Setya Sejahtera Desa Ponowareng beranggotakan 12 orang, mengembangkan usaha pembibitan tanaman rehabilitasi pantai.

Bidang usaha ini yang dimanfaatkan oleh BPI, untuk kegiatan rehabilitasi pohon, agar kelestarian lahan hijau tetap terjaga.

“Produksi bibit kami sudah ada 13 jenis bibit tanaman. Di antaranya bibit cemara, ketapang kenanga, ketapang laut, bintaro, tabebuya, flamboyan dan angsana,” kata Ketua KUB Setya Sejahtera, Khoeron (54), di Kebun Pembibitan Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (18/6/2023).

Produksi pembibitan tanaman rehabilitasi pantai di tahun 2022 miliknya, mendapatkan permintaan sebanyak 13 ribu bibit.

Adapun pada tahap kedua di tahun 2023 permintaannya sama datang dari BPI

“Adanya kerja sama ini, kelompok kami setiap anggota dalam sebulan bisa mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp 3,5 juta,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Dalam menjalankan kelompok usahanya, KUB Setya Sejahtera Desa Ponowareng mendapatkan pelatihan pemahaman standard teknis pelaksanaan reforestasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Pekalongan Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Penyuluh CDK Wilayah IV Pekalongan, Tohirin mengatakan pihaknya melakukan pendampingan kepada 4 kelompok masyarakat dari Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng dan Kedungsegog.

Semua kelompok tersebut merupakan binaan dari CSR PT BPI, untuk mengelola di persemaian yang dilanjutkan dengan penanaman di lokasi sekitar PLTU.

“Rencana awal pembuatan bibit sebanyak 14 ribu yang dibagi empat kelompok. Sudah dilakukan penanaman hampir sekitar 75 persen sejak bulan November 2022. Persemaian diawali pada bulan Juli tahun 2022 dilanjutkan untuk penanaman awal bulan November sampai Desember,” terangnya.

Bahkan di tahun 2023 ini sampai bulan Maret, April masih dilaksanakan penanaman, karena musim hujan masih ada. Adapun bibitnya yaitu Cemara, Ketapang, Bintaro, Tabebuya, Mahoni, Flamboyan dan Trembesi.

“Komitmen CSR PT BPI dan kelompok tani untuk menjaga kelestarian lingkungan hutan. Karena lokasi PLTU awalnya merupakan hutan rakyat khususnya di Desa Ujungnegoro,” ujar dia.

Adanya komitmen dari BPI untuk melestarikan alam kembali. Meskipun ada pembangunan PLTU, rehabilitasi pohon dilakukan di lahan seluas 22 hektare yang masih kosong untuk jadi hutan pelindung agar ekosistem satwa terjaga.

“Tidak hanya itu, penanaman pohon juga dilakukan di lokasi infrastruktur PLTU yang lokasinya di dekat batu bara untuk ditanami tanaman yang mengurangi abu dan asap seperti pohon cemara, tanjung, kenanga dan glodogan,” ujar dia. (HS-08)

Pemkab Batang Mulai Berlakukan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Setiap Minggu

Jelang Kurban, FKPAI KUA Klaten Selatan Gelar Apel Siaga