HALO BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali untuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor untuk mengantisipasi penggunaan petasan dan minuman keras.
Rapat digelar di Pendopo Gede, Kabupaten Boyolali, Senin (23/2/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, dan Ketua DPRD Kabupaten Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta, serta perwakilan aggota Forkopimda.
Dalam sambutannya, Dwi Fajar Nirwana mengajak seluruh unsur terkait untuk meningkatkan deteksi dini dan langkah preventif, khususnya terhadap peredaran bahan peledak ilegal dan minuman keras oplosan. Selain itu juga perlu memperkuat pengawasan di tingkat desa dan kelurahan.
Kemudian mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terutama generasi muda, tentang bahaya petasan berdaya ledak tinggi dan dampak konsumsi minuman keras terhadap kesehatan serta keselamatan jiwa serta melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan publik.
“Saya juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama dalam momentum-momentum tertentu yang rawan penggunaan petasan maupun penyalahgunaan minuman keras,” kata Wabup Fajar, seperti dirilis boyolali.go.id.
Sementara itu, AKBP Indra menyampaikan, ada peningkatan jumlah kasus pelanggaran dua bulan terakhir di Kota Susu.
Untuk tindak pidana miras, mengalami peningkatan hingga 15 kasus. Selanjutnya untuk premanisme juga naik menjadi lima kasus.
Sedangkan kasus yang sedang sangat marak saat ini adalah pembuatan petasan dengan daya ledak tinggi.
Petasan dibuat mandiri oleh pelaku hingga akhirnya meledak dan mengakibatkan korban jiwa maupun materiil. Ada pula banyak terjadi perang sarung saat bulan Ramadan ini yang cukup meresahkan warga.
AKBP Indra mengatakan, Polres Boyolali telah melakukan upaya pencegahan dengan operasi penyakit masyarakat (pekat), kemudian patroli rutin setiap malam, dan patroli ngabuburit.
“Kita bisa bersama-sama menyampaikan dan memberikan warning keras pada para pelajar kita, para pemuda kita, agar mereka tidak melakukan hal-hal tersebut, sehingga generasi muda kita ini bisa kita selamatkan.” ujar AKBP Indra. (HS-08)


