in

Jaga Daya Beli Masyarakat Menjelang Ramadan, Pemkab Grobogan Gelar Pasar Murah

Wakil Bupati Grobogan, H Sugeng Prasetyo membuka pasar murah yang digelar Pemkab Grobogan, dalam rangka perayaan HUT Ke-299 Kabupaten Grobogan dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. (Foto : setda.grobogan.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan, menggelar pasar murah di 19 kecamatan, dimulai dari Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Rabu (26/2/2025) dan direncanakan berakhir di halaman Setda Grobogan, Senin (24/3/2025).

Pasar murah menjelang Ramadan ini, digelar untuk mengendalikan harga bahan pokok, yang belakangan ini mulai naik dan memberatkan masyarakat.

Wakil Bupati Grobogan, H Sugeng Prasetyo, ketika membuka pasar murah ini menyampaikan harapan, pasar murah ini dapat membantu masyarakat.

“Semoga kegiatan pasar murah ini dapat membantu masyarakat, untuk mendapatkan sebagian kebutuhan dasarnya,” kata Sugeng Prasetyo, seperti dirilis setda.grobogan.go.id, pada Kamis (27/2/2025).

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kecamatan, yang telah berperan dalam kelancaran penyelenggaraan program ini.

Pasar murah bukan hanya langkah pengendalian harga, tetapi juga bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-299 Kabupaten Grobogan.

Pemerintah ingin memastikan bahwa perayaan HUT ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa memperoleh beras, minyak goreng, gula, telur, sirup, dan mi instan dengan harga lebih terjangkau berkat subsidi pemerintah.

Meski jumlahnya terbatas, warga diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Selain itu, pasar murah juga menghadirkan produk olahan pangan serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dari UMKM dan pelaku usaha lokal dengan harga yang lebih bersaing.

Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengatur distribusi barang, agar pasar murah berjalan lancar.

Selain menjaga stabilitas harga, langkah pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia; para kepala perangkat daerah terkait, khususnya Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan; Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Grobogan; Forkopimcam Kecamatan Penawangan; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan; serta masyarakat Desa Karangwader yang antusias menyambut program ini.

Setelah Kecamatan Penawangan, pasar murah akan terus digelar di kecamatan lainnya hingga titik terakhir di halaman Setda Kabupaten Grobogan pada 24 Maret 2025. (HS-08)

Nusron Wahid Sebut Tanah Harus Berfungsi Sosial

Rekonstruksi Kasus Kematian Darso, Polda Jateng Hadirkan Enam Oknum Polisi dan Tersangka