in

Isu Resesi Global, Bupati Kendal: Ada Pandemi Saja Investasi Cenderung Meningkat

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, memberikan cenderamata kepada pembawa acara tv swasta nasional, Selasa malam (8/11/2022).

HALO KENDAL – Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 dan adanya isu resesi global di tahun 2023, iklim investasi di Kabupaten Kendal cenderung mengalami peningkatan. Baik investasi di bidang industri maupun pariwisata.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, saat menjadi nara sumber dalam program live salah satu televisi swasta nasional, Selasa malam (8/11/2022).

Dalam acara itu, juga turut hadir, Deputi Bidang Perencanaan Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Indra Darmawan, Presdir KIK, Stanley Ang, dan Ekomom LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky.

Dico menjelaskan, industri yang ada di Kendal sumbernya berasal dari dalam dan luar negeri. Di mana sekarang jumlah tenant semakin banyak.

“Pastinya sudah didukung dengan utility yang memadai di Kendal. Sehingga diharapkan akan terus meningkat akhir tahun 2022 hingga 2023 mendatang,” tutur Bupati.

Dijelaskan, Kabupaten Kendal secara geografis letaknya sangat strategis. Karena memiliki infrastruktur yang sangat mendukung. Selain ada akses jalan tol, akses jalan ke Kawasan Industri juga sudah bagus.

“Kemudian, untuk Kawasan Industri Kendal lahan peruntukannya ada 5.000 hektare, yang 2.200 hektarenya untuk Kawasan Ekonomi Khusus,” jelas Dico.

Selain itu, Kendal sudah memiliki Mal Pelayanan Publik Satu Atap. Sehingga perizinan bagi para investor akan diberikan kemudahan, juga stimulus bagi para pelaku usaha.

“Kalau saya lihat utility Jawa Tengah, khususnya Kendal, sekarang sudah cukup memadai. Seperti listrik, air baku, dan energi gas sudah mulai dibangun dari Semarang – Batang. Dan nantinya akan masuk ke Kawasan Industri,” ujarnya.

Dico juga mengungkapkan, salah satu penunjang iklim investasi, adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, Pemkab Kendal melalui dinas terkait, telah fokus menyiapkan tenaga kerja asli Kendal untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Kawasan Industri Khusus (KIK).

“Hal itu sebagai upaya untuk menumbuhkan ekonomi dan mendapatkan Multiplier effect berdirinya kawasan industri di Kabupaten Kendal,” ungkap Bupati.

Di sisi lain, Dico menyebut, Jawa Tengah khususnya Kendal, adalah pintunya industri. Sehingga banyak yang dibutuhkan untuk melompat ke pintu pintu keluar atau akses.

Hal tersebut, menurutnya sampai saat ini masih terkendala. Yaitu belum memiliki pelabuhan yang memadai. Mengingat KIK produk orientasinya 70 persen adalah ekspor.

“Dari 70 persen ini mungkin mereka harus ekpor melalui Tanjung Priuk dan Tanjung Perak. Ini adalah isu yang menarik jika Industri di Jawa Tengah ingin lebih cepat maju lagi,” tandas Dico.

“Kami membutuhkan pelabuhan yang memadai untuk ekspor ke luar negeri. Sehingga kami menunggu kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait dengan pembangunan pelabuhan yang memadai,” imbuh Bupati.(HS)

One Comment

Pemerintah Kota Semarang Terus Upayakan Penguatan Program Smart City

Paska-Banjir di Semarang, Tiga Mobil Belum Bisa Dievakuasi dan Empat Rumah Warga Kondisinya Rusak Berat