in

IPSI Jateng Gelar Penataran Pelatih Pencak Silat, KONI : Momentum Hadapi PON 2028

Penataran Pelatih Pencak Silat Tingkat Jawa Tengah 2025 yang digelar Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia 10-12 Agustus 2025, di salah satu hotel di Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Penataran Pelatih Pencak Silat Tingkat Jawa Tengah 2025 yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 10-12 Agustus, di salah satu hotel di Kota Semarang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng, Soedjatmiko yang mewakili Ketua Umum, Bona Ventura Sulistiana, saat membuka penataran.

Menurutnya, penataran diikuti 140 peserta dinilai menjadi momentum tepat karena menghadapi PON 2028, di mana sudah tiba waktunya untuk memperbanyak pelatih, menyosialisasikan peraturan, dan lebih menggairahkan pembinaan pencak silat.

”Kegiatan penataran semacam ini merupakan upaya yang dilakukan KONI dan pengprov agar pembinaan lebih bergairah. Pencak silat merupakan cabor spesial, karena ketua umum PB-nya presiden. Kalau penataran cabang lain biasanya diikuti sekitar 30-60 peserta, tapi pencak silat 100 lebih. Ini luar biasa,” ujar Soedjatmiko.

Dirinya berharap seluruh peserta mengikuti dengan cermat dan aktif berinteraksi dengan narasumber supaya ilmu-ilmunya bisa diserap.

Soedjatmiko juga mengingatkan IPSI Jateng untuk menjaga kesinambungan pembinaan hingga PON 2028, karena NTB dan NTT sebagai tuan rumah akan fokus di cabang beladiri.

”Prestasi pencak silat di PON Aceh-Sumut 2024 meraih 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Cabor ini oleh KONI masih ditempatkan cabor unggulan satu. IPSI telah mencanangkan target empat emas di PON 2028, tentu kami optimistis dan siap mendukung,” tandas dosen FIK Unnes tersebut.

Pada kesempatan itu Soedjatmiko juga didaulat menjadi narasumber terkait Arah Kebijakan KONI.

Di hadapan para pelatih, dia banyak berbagi pengalaman tentang kunci sukses KONI membangun roadmap pembinaan hingga meraih 71 medali emas, 74 perak dan 115 sebagai pencapaian bersejarah Jateng di panggung PON.

Sebelumnya, Ketua Harian Pengprov IPSI Darmadi yang mewakili Ketua Umum Harry Nuryanto Soediro dalam sambutannya menyatakan tekad, IPSI Jateng mengusung misi meraih minimal empat medali emas pada PON 2028.

Maka dari itu, pihaknya terus menata diri, khususnya jajaran pelatih, supaya menguasai aturan baru dan sistem pertandingan. Menurut Darmadi, Jateng harus bangga karena memiliki banyak jawara yang memiliki prestasi sebagai juara PON, SEA Games dan Dunia.

”Dan yang menggembirakan, teman-teman yang sudah berhasil ini tidak lantas tidur nyenyak. Tapi terpanggil dan tetap semangat untuk membantu bagaimana pencak silat di Jateng tetap berkembang. Semua juga didukung oleh suasana di kepengurusan IPSI yang guyub termasuk di tingkat perguruan,” bebernya.

Di bagian lain, Ketua Panitia Penataran Kuncoro Dwi Wibowo menjelaskan, kegiatan diikuti 140 pelatih dari 33 kabupaten/kota.

“Tujuannya peningkatan SDM pelatih di Jateng, pemahaman peraturan pertandingan hasil tim Pokja tahun 2025, serta silaturahmi insan pencak silat sebagai upaya melestarikan budaya bangsa,” ungkapnya.

Penataran pencak silat menghadirkan narasumber Pelatih Nasional Indro Catur Haryono yang memberikan materi Periodesasi Latihan, Wakil Ketua Umum I Pengprov IPSI Haris Nugroho (Kondisi Fisik) dan dosen Fakultas Keolahragaan UNS Ronny Syaifullah (Metodologi, Tes dan Pengukuran) serta Febriani Fajar Ekawati (Psikologi Olahraga). Peserta juga menerima pengetahuan peraturan pertandingan dari wasit juri internasional. (HS-06)

Propam Polda Jateng Ingatkan Pengamanan Demo di Pati Harus Sesuai SOP

Bupati Cup 2025, Ajang Cetak Bibit Karate Jepara