in

Insiden The Geong Banyumas, Puan Minta Keselamatan Pengunjung Wisata Jadi Prioritas

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : dpr.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti peristiwa nahas pecahnya jembatan kaca, di destinasi wisata The Geong, di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang menyebabkan seorang pengunjung meninggal dunia.

Dia menekankan urgensi pengawasan terhadap wahana rekreasi demi keselamatan masyarakat yang berkunjung.

“Atas insiden di jembatan kaca The Geong Banyumas, saya menyampaikan keprihatinan serta dukacita bagi korban,” kata Puan Maharani, beberapa waktu lalu, seperti dirilis dpr.go.id.

Menurut dia, destinasi wisata seharusnya benar-benar memerhatikan unsur keselamatan dan keamanan masyarakat sebagai pengunjung.

Seperti diketahui, jembatan kaca setinggi 15 meter yang menjadi destinasi wisata di Hutan Pinus Limpakuwus, pecah saat dilewati 11 wisatawan asal Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (25/10) lalu.

Dari 11 wisatawan, 4 orang terperosok. Dua korban berhasil selamat karena berpegangan pada bagian jembatan, namun dua lainnya terjatuh.

Salah satu korban yang terjatuh, meninggal dunia ketika dilarikan ke rumah sakit.

Puan pun berharap insiden tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pengelola tempat wisata di seluruh Indonesia, untuk memastikan keselamatan bagi pengunjung, terutama bagi wahana berrisiko tinggi.

“Saya juga mendorong Pemerintah dan stakeholder terkait, untuk melakukan pengawasan ketat terhadap destinasi wisata maupun pengelolanya sehingga semua fasilitas bagi pengunjung sudah sesuai standar,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian, diketahui destinasi wisata The Geong belum melalui uji kelaikan.

Dengan adanya peristiwa ini, Puan mengatakan pengawasan ketat terhadap destinasi wisata beserta seluruh wahana di dalamnya  merupakan hal yang wajib dilakukan.

“Itulah pentingnya pemangku kebijakan memberikan pengawasan sehingga setiap obyek wisata terjamin keamanannya. Pemantauan secara berkala juga penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Ia juga mendukung bertambahnya jumlah destinasi wisata, karena selain sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, objek wisata dinilai dapat menunjang perkembangan perekonomian daerah yang pada akhirnya bermuara untuk kesejahteraan rakyat.

Namun demikian politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan, destinasi wisata harus memenuhi standar kelaikan.

“Apalagi untuk wahana yang memiliki risiko, uji kelaikan tidak boleh diabaikan. Kita tidak boleh main-main dengan faktor keselamatan dan keamanan,” tegas Puan.

Ia menambahkan, destinasi wisata harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk dikunjungi.

Puan pun menilai, jaminan keselamatan dibutuhkam demi menjaga minat masyarakat terhadap pariwisata di Indonesia.

“Kejadian pecahnya jembatan kaca di The Geong menjadi pengingat pentingnya standar keamanan di destinasi wisata. Tindakan pencegahan harus selalu diutamakan,” ujarnya.

Dirinya menyebut pengelola tempat wisata harus bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan ini.

Jika terbukti ada kelalaian dalam unsur keselamatan pengunjung, maka harus ada bentuk pertanggungjawaban hukum.

“Kecelakaan di tempat wisata sudah berulang terjadi. Ini menjadi PR besar bagi Pemerintah untuk lebih memerhatikan lagi pentingnya pengawasan terhadap objek-objek wisata di Tanah Air,” terang Puan.

“Keselamatan masyarakat saat sedang berwisata bukan hal sepele. Dan kenyamanan dari setiap destinasi wisata menjadi wajah pariwisata di Indonesia,” sambungnya.

Puan pun menyoroti menjamurnya destinasi wisata di daerah, yang sering hadir tanpa ada izin dari Pemerintah.

Oleh karenanya, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), diminta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, untuk melakukan evaluasi terhadap setiap destinasi wisata yang ada.

“Evaluasi harus dilakukan. Ini mencakup pemeriksaan berkala, perawatan yang cermat, serta pengujian keselamatan yang ketat. Sehingga setiap kekurangan dalam sistem pengawasan dan keselamatan harus diidentifikasi dan diperbaiki dengan cepat,” paparnya.

Terakhir, cucu Bung Karno itu menekankan pentingnya pengelola tempat wisata untuk berkolaborasi dengan ahli yang kompeten dalam bidangnya. Dengan begitu, menurut Puan, destinasi wisata yang dikelola menjadi tempat wisata unggul.

“Jadi destinasi wisata tidak cukup hanya dengan menghadirkan keindahan atau wahana yang menarik saja. Tapi bagaimana  objek wisata juga harus bisa menghadirkan kenyamanan bagi pengunjung, terutama dalam hal keselamatannya,” tutup Puan.

Harus Dievaluasi

Sementara itu Menparekraf / Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya melalui kemenparekraf.go.id, beberapa waktu lalu menyayangkan terjadinya insiden di destinasi wisata The Geong, di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas.

Menurutnya, insiden ini perlu menjadi bahan evaluasi, terkait keutamaan keselamatan dalam penyiapan atraksi wisata.

“Kemenparekraf mendorong dilakukannya pemeriksaan serta evaluasi terkait kelayakan dan keamanan dari atraksi wisata dan seluruh atraksi wisata sejenis, yang terdapat di daerah-daerah lainnya, khususnya di Kabupaten Banyumas,” kata Sandiaga.

Untuk itu, lanjut Sandiaga, pihak telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas dan Kepolisian Resor Banyumas, untuk memantau hasil penyelidikan atas insiden tersebut sehingga dapat diketahui kronologi dan penyebab secara detail dari insiden ini.

Apalagi berdasarkan informasi yang dia peroleh, wahana ini dibangun tanpa melalui proses uji kelayakan dan ketebalan kaca di jembatan ini hanya 1 cm saja.

“Saya tekankan bahwa aspek keamanan dan keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas bagi seluruh pelaku pariwisata, dan insiden serupa tidak boleh terjadi lagi. Kemenparekraf beserta seluruh stakeholder, akan meningkatkan sinergi untuk memastikan keselamatan dan keamanan wisatawan di seluruh destinasi wisata, serta mendorong penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) dengan ketat untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga menuturkan pihaknya juga akan memantau pemulihan korban yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Kemenparekraf terus memantau proses pemulihan korban secara fisik dan psikologis,” kata Sandiaga. (HS-08)

Mbak Ita Berharap Pemuda Pancasila Komitmen Dalam Keterlibatan Kelancaran Pemilu Damai 2024

Amazing Golaga Festival Purbalingga Dibuka