HALO SEMARANG – Meski implementasi pendataan Sensus Ekonomi (SE 2026) baru dilaksanakan tahun 2026 mendatang, di beberapa daerah di Indonesia mulai melakukan berbagai persiapan. Termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang yang mulai masifkan sosialisasi terkait pendataan tersebut kepada para pengusaha ataupun responden. Mengingat, Sensus ekonomi 10 tahunan tersebut data yang diambil bukan data sampling, melainkan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha secara nasional.
“Kami masih kesulitan ketika mendata di lapangan terkait data keuangan dari perusahaan di Kota Semarang, dibandingkan data berupa profil perusahaan. Karena ketika mau didata keuangannya di masing-masing sektor usaha mereka punya tingkat kesulitan yang beda,” papar Statisti Ahli Muda BPS Kota Semarang, Dewi Fenti Ekasari, Minggu (31/7/2024).
Dikatakan, adapun responden atau sektor usaha yang akan disurvei seperti pedagang, home industri, lembaga keuangan, pariwisata, restoran, hotel dan industri serta lainnya. “Karena Sensus Ekonomi 2026, semua sektor usaha didata, mulai dari rumah tangga sampai perusahan besar juga didata. Alhamdulillah setelah disosialisasikan kepada pengusaha terkait implementasi Sensus Ekonomi perkiraan tingkat responden sekarang ini mencapai 85 persen, naik dibandingkan dengan jumlah dari tahun 2016 lalu,” imbuhnya.
Peningkatan responden ini, dikarenakan pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan dengan para stakeholder dengan Focus Group Discussion (FGD), sehingga dukungan dari instansi yang ada sekarang pun jadi meningkat.
“Sebelumnya, petugas survei sulit untuk mendata terutama dari sektor industri/perusahaan, bahkan surat izin untuk pendataan hanya sampai di pos satpam saja. Dengan alasan, perlu koordinasi dengan Kantor Pusat dari perusahaan perwakilan yang ada di Semarang tersebut. Dan ada yang memang tidak bersedianya pengusaha saat akan ditemui karena tidak terbiasa diwawancarai untuk disurvei,” katanya.
“Sensus Ekonomi tujuannya untuk mengukur tingkat perekonomian secara nasional. Sehingga diharapkan dalam survei ini nantinya bisa memotret kondisi tingkat ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(HS)