HALO SEMARANG – Berdasarkan hasil riset Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk “Inisiatif Hyperlocal: Kontribusi Tokopedia untuk Geliat UMKM Nasional”, program Hyperlocal Tokopedia mampu membuat pertumbuhan ekonomi positif dan menurunkan angka kemiskinan.
Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia, Emmiryzan mengatakan, membantu UMKM di seluruh penjuru Indonesia untuk tumbuh dan maju bersama menjadi latar belakang Tokopedia menghadirkan inisiatif Hyperlocal sejak 2020.
“Upaya ini menjadi komitmen Tokopedia dalam memberikan kemudahan bagi penjual dan pembeli di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan harian,” terangnya, usai acara Media Breafing di Hotel Awwan Sewu, Selasa (16/5/2023).
Dengan mengusung teknologi geo-tagging, lanjut Emmir, inisiatif Hyperlocal telah memperluas cakupan transaksi penjual hingga membantu meningkatkan terpaparnya bisnis UMKM lokal tanpa perlu ke kota besar untuk dapat menjangkau pasar lebih luas.
Berbagai kampanye dihadirkan sebagai bentuk manifestasi dari inisiatif Hyperlocal, seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP), Waktu Indonesia Belanja (WIB), hingga layanan gudang pintar Dilayani Tokopedia.
“Peningkatan transaksi KTP tertinggi pada periode kuartal 1 tahun 2023 dibandingkan kuartal 1 tahun 2022 terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, di antaranya di Kabupaten Blora, Kabupaten Jepara, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang. Sedangkan beberapa kecamatan di Kota Semarang yang mengalami peningkatan transaksi KTP adalah Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Tembalang, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Genuk, dan Kecamatan Gunungpati,” imbuh Emmir.
“Sementara peningkatan transaksi kampanye WIB tertinggi pada kuartal 1 tahun 2023 dibandingkan kuartal 1 tahun 2022 terjadi di Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Tengah, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang. Sedangkan Kecamatan di Kota Semarang yang mengalami peningkatan transaksi WIB pada periode sama, yakni Kecamatan Tugu, Banyumanik, Semarang Tengah, Semarang, Tembalang,” papar Emmir.
Selain itu, dengan semangat #SelaluAdaSelaluBisa Tokopedia terus berkomitmen melakukan pendampingan dan pembekalan pengembangan usaha dan kompetensi kewirausahaan lewat beragam inisiatif, di antaranya mendukung serta mendorong kelengkapan legalitas usaha pelaku UMKM melalui OSS Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
“Tokopedia bekerja sama dengan Garda Transfumi melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI dan pemerintah daerah untuk memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para pelaku usaha di Kota Semarang. Kerja sama Tokopedia dengan mitra strategis pada 2022, telah memfasilitasi 135 pelaku usaha Kota Semarang untuk mendapatkan NIB. Pada tahun yang sama pula, bersama pemerintah daerah, Tokopedia melakukan pendampingan kelengkapan sertifikasi Halal secara gratis bagi 60 pelaku usaha Kota Semarang,” ungkap Emmir.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Agus Wuryanto, mengatakan pihaknya mengapresiasi Tokopedia yang telah memfasilitasi perolehan NIB dan Sertifikasi Halal kepada pelaku UMKM Semarang. NIB juga dibutuhkan untuk memberikan perlindungan hukum serta pendampingan bisnis bagi pelaku UMKM yang membuka toko online.
“Selain itu, NIB juga menjadi pintu masuk bagi para pelaku usaha UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, SPP-IRT, SNI. Serta agar bisa naik kelas baik dari segi packaging maupun kualitas produk,” jelasnya.
Peneliti INDEF, Nur Komaria menambahkan, konsistensi Tokopedia dalam mendukung para pelaku UMKM di seluruh Indonesia lewat inisiatif Hyperlocal berdampak positif.
“Tercatat ada tiga kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari tahun 2020 hingga 2021, yaitu Semarang (5,16 persen), Yogyakarta (5,09 persen), dan Surabaya (4,29 persen),”paparnya.
Selain itu, riset Tokopedia dan INDEF juga menunjukkan bahwa kota-kota dengan inisiatif Hyperlocal memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah sebesar 0,14 persen dibandingkan kota-kota tanpa Hyperlocal.
“Semarang (-0,087), Medan (-0,087), dan Surabaya (-0,587) menjadi kota dengan tingkat penurunan kemiskinan terbesar setelah adanya program Hyperlocal,” urainya.
Salah satu pelaku usaha lokal asal Semarang, Panna Coffee yang berjualan roasted bean dengan memberdayakan kelompok petani lokal asal Aceh, Jambi, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Toraja, Flores, dan Papua, ikut merasakan dampak positif mengikuti kampanye WIB setiap bulannya.
“Kampanye WIB sangat membantu meningkatkan brand exposure dan produk kami kepada konsumen baru. Jika dilihat dari sisi penjualan, dalam satu hari Panna Coffee bisa menerima sekitar 20 pesanan. Sedangkan dalam 1 bulan kami bisa mendapat omzet ratusan juta hanya dari Tokopedia. Berbagai kampanye Tokopedia yang kami ikuti, seperti WIB, KTP, hingga fitur Bebas Ongkir, Flash Sale dan TopAds efektif meningkatkan pelanggan baru dari Tokopedia,” kata Pemilik Usaha Panna Coffee, Fritz Januar Ajie.
Saat pandemi Covid-19, keterbatasan akses ke konsumen tentu tersendat. Sehinga mau tidak mau, Fritz tentunya menjalani strategi menarik dan unik untuk tetap meningkatkan pengalaman konsumen, dengan menggagas program ‘Teman Cupping’. Program ini menjadi cara untuk berinteraksi dengan komunitas.
Melalui laman Panna Coffee di Tokopedia, Fritz membagikan contoh produk inovasi dengan harapan konsumen akan memberikan saran dan masukan terhadap inovasi tersebut. Untuk berpartisipasi, konsumen hanya perlu membeli minimal satu produk Panna Coffee dan otomatis akan mendapatkan bonus produk inovasi dari Panna Coffee. Hasilnya, Fritz mendapatkan berbagai aspirasi dari konsumen melalui laman ulasan Tokopedia maupun media sosial.
“Kami menganggap customer experience adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan bisnis Panna Coffee. Strategi ini meningkatkan engagement dengan pelanggan di Tokopedia,” pungkas Fritz. (HS-06)