HALO BOYOLALI – Bupati Boyolali, M Said Hidayat menekankan pentingnya untuk merawat semangat perikemanusiaan dan persatuan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Boyolali, M Said Hidayat, ketika menjadi pembina upacara HUT Ke-78 Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap tanggal 17 September.
Upacara peringatan HUT PMI, digelar di Alun-alun Pancasila Cepogo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Minggu (17/09/2023).
Dalam kesempatan itu, Bupati Boyolali, M Said juga menyampaikan apresiasi kepada PMI, yang telah banyak berkiprah melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, terutama di Kabupaten Boyolali.
Bupati Boyolali, seperti dirilis humas.polri.go.id, mengatakan para pendahulu dan para pahlawan, dalam perjuangannya memerdekakan Indonesia, tidak hanya mewariskan nasionalisme, melainkan juga semangat perikemanusiaan.
Semangat persatuan, kesatuan, dan kemanusiaan itulah yang kemudian dapat menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mencapai tujuan bernegara.
Semangat kemanusiaan dan persatuan yang ditunjukkan dalam upacara ini, juga menjadi cerminan dari PMI yang telah membantu banyak orang, dalam berbagai situasi darurat, selama 78 tahun.
HUT PMI ke-78 tahun ini adalah momentum untuk terus berkontribusi dalam mendukung kemanusiaan tanpa memandang perbedaan agama, ras, suku, dan lainnya.
Sementara itu dalam kegiatan upacara bertema “Menolong Sepenuh Hati” ini, dihadiri sekitar 500 undangan dan peserta upacara.
Setelah upacara, dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial dan pemberian sertifikat satuan penanggulangan bencana (Satgana).
Kegiatan ini juga diramaikan dengan atraksi paramotor yang mengibarkan bendera HUT PMI ke-78 serta atraksi yel-yel PMI.
Selain itu, piagam DDS 25 kali UUD PMI Kabupaten Boyolali tahun 2023 diberikan kepada Darmanto dari Kecamatan Boyolali sebanyak 45 kali; Ani Wulanti dari Kecamatan Mojosongo sebanyak 40 kali; dan Retno Wulandari dari Kecamatan Boyolali sebanyak 27 kali.
Dan Pemberian piagam DDS 10 kali UDD PMI Kabupaten Boyolali tahun 2023 juga menjadi salah satu highlight acara ini.
Sementara itu selama kegiatan berlangsung, dilaksanakan pengamanan dan Monitoring oleh 23 personel dari Polsek Cepogo Polres Boyolali, dipimpin oleh Waka Polsek IPTU Budi Raharjo
Pengamanan didukung pula oleh lima personel dari Koramil Cepogo, yang dipimpin oleh Serka Prabowo; Trantib Kecamatan Cepogo; Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali; Satpol PP Kabupaten Boyolali, dan Damkar Kabupaten Boyolali.
Adapun sebagai penanggung jawab, adalah Ketua PMI Kabupaten Boyolali, H Sunarno.
Untuk diketahui, menurut informasi yang dirilis pmikotasemarang.or.id, PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum, dan dilindungi oleh Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
Adapun tujuannya adalah menjalankan kegiatan Kepalangmerahan, sesuai dengan Konvensi Jenewa Tahun 1949, untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan Pandangan Politik.
Adapun tugas yang dilakukan PMI adalah :
- Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan dan lainnya;
- Memberikan pelayanan transfusi darah, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
- Melakukan pembinaan relawan;
- Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;
- Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan
- Membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;
- Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan
- Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.
Berdasarkan data per-Februari 2019, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 474 kabupaten / Kota, 3.406 Kecamatan dan mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan. (HS-08)