in

HMRIMK Udinus Berikan Penyuluhan Antisipasi DBD ke Warga Tambak Lorok

Kegiatan penyuluhan antisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada warga kelurahan Tanjung Mas Kampung Bahari Tambak Lorok.

HALO SEMARANG – Himpunan Mahasiswa Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (HM RMIK) memberikan penyuluhan antisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada warga Kelurahan Tanjung Mas Kampung Bahari Tambak Lorok.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya penyakit itu. Para mahasiswa melakukan penyuluhan dengan metode ovitrap dan budidaya tanaman pengusir nyamuk.

Ketua Tim Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) HM RMIK Udinus, Fatimatul Fahmi menjelaskan bahwa program penyuluhan pencegahan dan penanganan DBD dilaksanakan sebagai langkah menambah pengetahuan masyarakat. Selain itu, juga mengantisipasi agar masyarakat terhindar dari penyakit tersebut.

Menurutnya dari informasi yang didapat pada tahun 2022 jumlah kasus sebanyak 865 kasus dengan 33 kematian sehingga nilai IR 51,7 per 100.000 penduduk dan CFR 3,82 persen.

“Kami ingin meningkatkan pengetahuan mengenai penanganan DBD sehingga upaya penurunan kasus itu di Kelurahan Tanjung Mas khususnya RW 15 Tambak Lorok dapat dimaksimalkan. Dua metode yang kami gunakan yaitu pembuatan alat Ovitrap dan pembudidayaan tanaman Pengusir Nyamuk,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (3/11/2023).

Oleh karena itu Tim P2MD HM RMIK bersama warga Tambak lorok juga melakukan kegiatan pembuatan 60 alat ovitrap. Pemasangan alat tersebut akan dipasang di masing-masing rumah warga dan beberapa titik yang sudah ditentukan seperti Balai RW, Posyandu dan Greenhouse.

“Ovitrap sendiri merupakan alat perangkap nyamuk yang mudah untuk dibuat dan tak memerlukan banyak biaya,” jelasnya.

“Kemudian penanaman lima jenis tanaman pengusir nyamuk antara lain kayu putih, lavender, calendula, rosemary dan zodiac juga telah kami lakukan bersama warga. Tanaman ini nantinya akan diletakkan di taman memanjang yang ada dan di masing-masing rumah warga,” lanjutnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh HM RMIK Udinus masuk dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD). Program tersebut merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Pendamping P2MD HMRMIK Udinus, Maulana Tomy Abiyasa berharap penyuluhan pencegahan dan penanganan DBD dapat menambah pengetahuan masyarakat. Selain itu, keterampilan berpikir serta bertindak mahasiswa akan terbentuk dengan berkontribusi dalam kegiatan P2MD.

“Kegiatan P2MD merupakan kegiatan yang bermanfaat selain melatih mahasiswa juga mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas,” imbuhnya. (HS-06)

Musim Kemarau Panjang, Kasus Cacar Air Merebak

Mbak Ita Dorong UMKM Miliki Semangat Naik Kelas, Bahkan Go Global