HALO KENDAL – Ratusan pedagang grosir sayur dan buah yang berjualan di Pasar Relokasi Weleri di Terminal Bahurekso, membentuk Paguyuban Pedagang Sayur dan Buah Bahurekso di Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (26/1/2022).
Acara dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Arsiati Rosyada dan Pimpinan CV Semangka Jaya, Muhammad Arif Abidin didampingi wakilnya, Miskam.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Arsiati Rosyada mengatakan, mengapresiasi rencana pembentukan paguyuban oleh para pedagang yang biasa berjualan malam tersebut.
Menurutnya, dengan dibentuknya paguyuban ini, para pedagang mempunyai wadah yang bisa menampung aspirasi dan menyampaikan pendapat untuk kemajuan bersama.
“Jadi kalau sudah terbentuk paguyuban, ke depan ya jangan sampai pada ribut lagi, jangan saling berebut atau bersaing. Karena semua adalah pedagang grosir, yang aktivitasnya akan diatur, supaya tertib,” ujar Rosyada yang akrab disapa Ida.
Dia menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan para pedagang sayur dan buah. Yakni terkait pembangunan tempat atau lapak pedagang sayur dan buah.
“Monggo kalau njenengan mau membuat atap lapak, kami berikan kelonggaran, jadi silahkan. Tapi harus seragam dan tidak boleh dibangun pernanen ya,” tandasnya.
Selanjutnya, terkait jam operasional, Rosyada juga mengingatkan kepada pedagang sayur dan buah, yakni tepat pukul 6.30 WIB lokasi jualan pedagang sayur dan buah harus sudah bersih.
“Karena kalau jam enam tiga puluh, para pedagang di relokasi pasar sudah berjualan. Jadi saya minta semua sudah harus bersih,” imbuhnya.
Rosyada juga meminta, para pedagang sayur dan buah jangan sampai mengganggu jalur lalu lintas bus BRT.
“Karena lahan tiga hektare ini adalah lahan milik Pemerintah Daerah yang diperuntukkan untuk jalur transportasi yakni bus BRT Trans Jateng. Sehingga operasional BRT yang harus tepat waktu, jangan sampai terganggu,” jelasnya.
Selain itu, Rosyada berpesan kepada para pedagang untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Selalu bermusyawarah apabila ada kendala atau masalah di lapangan.
“Saya minta tidak ada lagi pungutan-pungutan liar kepada pedagang dari oknum atau orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi di area Pasar Relokasi Bahurekso. Kalau ada silahkan lapor ke saya dan akan saya serahkan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya.
Sementara dalam pemilihan Ketua dan Pengurus Paguyuban Pedagang Sayur dan Buah “Rukun Jaya Weleri” secara voting, terpilih Ketua Khaerul Saleh atau yang akrab disapa Ateng, Sekretaris Subeki dan Bendahara Suwaryo.
Usai terpilih, Khaerul Saleh berjanji akan membuat beberapa program untuk kesejahteraan para pedagang, khususnya yang berjualan malam.
Menurutnya, paguyuban ini dalam rangka mempersatukan para pedagang sayur maupun buah yang berjualan di Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso Kendal.
“Kita mengguyub rukun biar pedagang dari berbagai daerah, seperti dari selatan termasuk Magelang, Temanggung, Parakan dan Sukorejo, kemudian juga dari Weleri, Gringsing dan Kendal itu ada wadahnya, dengan dibentuknya paguyuban ini,” terangnya.
Khaerul menyebut jumlah total pedagang sayur dan buah yang terdata ada 130 pedagang. Dengan jumlah begitu banyak, dirinya meminta ada penataan dari Pemerintah Daerah melalui dinas terkait.
“Jadi kita minta penataan para pedagang supaya tertib, termasuk operasional. Untuk jam operasional jualan, sesuai kesepakatan bersama kita tentukan dari jam 20.00 malam sampai dengan pukul 7.00 pagi,” ujarnya.
Sementara terkait permintaan dari Kadishub, agar lapak yang dibangun di area parkir Pasar Relokasi Bahurekso untuk diseragamkan, Khaerul menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau dinas terkait.
“Kita dari paguyuban pedagang sayur dan buah akan mengikuti instruksi yang dikeluarkan dari dinas terkait. Jadi untuk penyeragaman lapak, monggo kami mengikuti aturan pemerintah yang ditetapkan,” pungkas Khaerul. (HS-06).