
HALO SEMARANG – Polemik terkait persepsi seputar mudik lokal di wilayah aglomerasi pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H ditanggapi secara tegas oleh Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Dirinya menekankan bahwa di Kota Semarang tidak mengenal istilah mudik lokal, atau sama artinya dengan melarang semua aktivitas mudik di wilayah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.
Hendi pun tetap kekeuh bahwa aturan tersebut sudah final baginya, untuk dapat mencegah potensi penularan Covid-19 yang mungkin dapat dibawa oleh pemudik.
“Selama rentang waktu larangan mudik yang ditentukan, kita tetap harus di Semarang. Karena kalau Pemerintah Pusat tanpa pengecualian, Pemerintan Provinsi juga tanpa pengecualian, lalu kalau kita ada pengecualian kan nggak elok,” tutur Hendi.
“Kami memperhatikan hal yang lebih besar supaya tidak terjadi sebaran Covid yang lebih luas, karena orang-orang dari luar datang ke wilayah tersebut,” tambahnya.
Pengetatan tersebut juga ditegaskan Hendi berlaku bagi jajarannya di Pemerintah Kota Semarang. Baik ASN maupun Non-ASN tetap dilarang keluar dari area Kota Semarang.
Bahkan bagi pegawai yang setiap hari tinggal di luar kota, Hendi meminta untuk tinggal sementara di Kota Semarang selama periode mudik.
“Siapapun orang yang bekerja di Pemerintah Kota Semarang selama dilarang mudik dia harus ada di Kota Semarang meskipun dia tinggal di luar,” ujar Hendi.
Sementara itu terkait ibadah Salat Id, Hendi justru mengimbau agar musala dan masjid untuk menggelar Salat Id.
“Semua musala dan masjid yang ada di kampung, saya minta untuk mengadakan Salat Id, supaya pilihan yang dekat itu banyak,” ungkapnya.
Dengan pilihan lokasi Salat Id yang banyak di sekitar tempat tinggal warga, Hendi berharap akan mencegah potensi kerumunan di satu atau dua titik salat di tempat terbuka.
Dirinya pun mengaku sudah berkomunikasi dengan KH Ahmad Darodji, Ketua MUI Jawa Tengah agar tak mengadakan salat di area luas dan terbuka seperti lapangan atau Simpanglima, namun berada di dalam masjid.
Demi mengantisipasi kerumunan saat malam takbiran, Hendi juga menegaskan agar warga tak melakukan aktivitas takbiran keliling.
Pasalnya, menurut dia situasi pandemi masih belum pulih, sehingga meminta agar warga dapat saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain.
“Kalau takbirnya di musala atau masjid ya udah di situ saja tidak usah keliling-keliling,” pungkas Hendi.(HS)