HALO SPORT – Persaingan menuju juara dunia MotoGP 2023 tinggal menyisakan dua pembalap, Pecco Bagnaia (tim Lenovo Ducati) dan Jorge Martin (Prima Pramac Racing Ducati).
Dalam Grand Prix (GP) terkini di Thailand, Martinator, julukan Martin, mendominasi lomba sprint dan balapan utama.
Pembalap asal Spanyol ini seperti biasa berani tampil agresif dan sangat cepat.
Sebaliknya, Bagnaia bersikap menunggu dan terlihat bermain aman.
Menurut Michael Laverty, mantan pembalap dari Inggris, Pecco bakal dalam bahaya jika hanya main aman.
Saat ini juara dunia MotoGP 2022 itu hanya unggul 13 poin atas Martin.
Musim ini masih menyisakan tiga putaran seri balap, yakni MotoGP Malaysia, MotoGP Qatar, dan MotoGP Valencia.
’’Jorge merasa telah memulihkan semua yang hilang baru-baru ini, kepercayaan diri dalam pengereman, menyalip, dan kemampuan bertarung di trek,’’ kata Laverty seperti dilansir dari Crash.
Michael sangat terkesan dengan tekad Martin untuk selalu memenangkan perlombaan dan finis di depan Bagnaia.
Sementara mantan pembalap MotoGP, John Hopkins, menuturkan momen balapan membuat Martin lebih percaya diri menjelang tiga balapan terakhir.
’’Bagnaia tahu dia harus melakukan sesuatu yang istimewa di Malaysia dan Qatar untuk mempertahankan gelarnya,’’ ungkap Hopkins.
Ketika Martin sangat percaya diri, Bagnaia tetap tenang dan yakin bisa menyerang pada GP Malaysia.
Mantan anak didik Valentino Rossi ini optimistis timnya bakal menemukan sesuatu yang spesial di Sirkuit Sepang, 10-12 November mendatang. (HS-06)