in

Harga Bawang Merah di Kota Semarang Melambung Tinggi

Foto ilustrasi bawang merah.

HALO SEMARANG – Harga bawang merah di Kota Semarang kian merangkak naik sepekan terakhir. Di Pasar Pedurungan, Kota Semarang, harganya tembus Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Kenaikan terus berlangsung dari semula dibanderol Rp 30-35 ribu per kilogram.

Pedagang setempat, Parti menyebut, kenaikan harga bawang merah saat ini memang sangat terasa. Kondisi itu disebabkan petani daerah pemasok gagal panen lantaran peningkatan curah hujan beberapa waktu belakangan.

Kenaikan harga bawang merah ini cukup berdampak terhadap daya beli masyarakat. Biasanya, Parti mampu menjual 50 kilogram dalam sehari. Kini, merosot 30 kilogram sehari.

Salah satu pembeli, Lia (35) mengaku kaget setelah mengetahui kenaikan harga bawang merah. Saat belanja sepekan lalu, harganya masih Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut membuatnya terpaksa mengurangi belanja bumbu dapur.

“Beli Rp 5000 dapat sedikit banget. Biasanya beli Rp 5000 sudah dapat agak banyak,” kata warga Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang ini.

Informasi yang didapat, harga bawang merah di pasaran Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus merangkak naik. Sebagai salah satu wilayah produsen bawang merah, harga di Brebes sudah menembus angka Rp 45 ribu per kilogram.

Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono membenarkan soal kenaikan harga bawang merah. Maryono menyebut, kenaikkan sudah terjadi sejak awal Januari lalu.

Hingga akhir Januari dan memasuki Februari, harga ini terus melonjak di pasaran. Dijelaskan, pada awal Januari, harga masih di angka Rp 30 ribu dan dalam setiap pekan naik sampai hari ini.

Secara umum, katanya, kenaikan ini disebabkan faktor cuaca. Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menyebabkan stok bawang di pasaran berkurang. Selama musim hujan, belum ada daerah yang panen raya. Meski ada pun, kata Maryono hanya spot-spot kecil dan jumlahnya sedikit.

Curah hujan tinggi, lanjut Maryono juga berpengaruh pada turunnya produksi bawang. Jumlah tonase panen yang sedikit memberikan efek pada harga bawang.

“Sebabnya saling berkaitan. Cuaca dengan curah hujan menimbulkan turunnya produktivitas. Karena tidak ada daerah yang panen raya. Kemudian dampak cuaca ini akan menurunkan tunas bawang,” tandasnya.

Seperti tahun tahun sebelumnya, sangat dimungkinkan harga akan terus melonjak sampai beberapa bulan ke depan. Harga akan kembali normal bila pasokan bawang mulai meningkat, yaitu saat ada panen raya pada kisaran bulan Juni, Juli dan Agustus.(HS)

Bayi Laki-Laki Ditemukan Meninggal Terbungkus Plastik di TPU Gandeng Genuk

Seabad NU, Ganjar: Saatnya NU Jemput Masa Depan Lebih Modern