in

Hadiri Sosialisasi 4 Pilar, Yoyok Sukawi Sampaikan Dua Pesan Penting

Anggota MPR RI, AS Sukawijaya melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Boy Cafe, Salatiga pada Rabu (21/9/2022) malam.

HALO SALATIGA – Anggota MPR RI, AS Sukawijaya kembali melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Boy Cafe, Salatiga pada Rabu (21/9/2022) malam.

Di hadapan masyarakat Salatiga, Yoyok Sukawi mengatakan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-undang Dasar 1945 begitu penting untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Yoyok Sukawi yang selama ini berkecimpung di dunia olahraga meminta masyarakat mencontoh atlet yang berjuang untuk Indonesia di kancah internasional sebagai wujud penerapan empat pilar.

“Kebetulan saya ini aktif di dunia olahraga, di sana kita bisa banyak belajar bahwa penerapan empat pilar benar-benar dilakukan. Seperti atlet sepak bola, bulu tangkis atau pun olahraga lainnya, mereka tidak pernah melihat apa agamanya, apa sukunya, mereka hanya fokus membawa nama Indonesia untuk berprestasi. Itu sebagai salah satu contoh penerapan empat pilar,” ujar Yoyok Sukawi saat memberi sambutan di hadapan masyarakat Salatiga.

Selain itu, Yoyok Sukawi juga mengatakan bahwa saat atlet berprestasi, perayaan atlet juara juga menjadi salah satu contoh penerapan empat pilar kebangsaan di negara Indonesia.

“Saat jenengan-jenengan mirsani tim bola, terus ada gol. Pasti mereka saling merayakan dan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, situasi seperti itu kan bikin adem,” tandas legislator dari Partai Demokrat tersebut.

Selain mengajak masyarakat Salatiga untuk mencontoh atlet, Yoyok Sukawi juga mengatakan bahwa empat pilar kebangsaan sangat berguna di kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar kebangsaan ini sangat penting di masyarakat. Apalagi ini menjelang Bulan Ramadan, toleransi harus kita kedepankan. Dalam arti, semua saling menghormati karena berbeda-beda tetapi tetap satu juga,” ujarnya saat memberi sambutan.

Menurut Yoyok Sukawi, sikap toleransi di Bulan Ramadan yakni saling menghormati bagi yang menjalankan atau tidak untuk ibadah puasa.

“Kalau toleransi semakin kuat, maka Bapak Ibu semua tinggal di sini akan lebih nyaman dan aman. Dijaga nggih Bapak Ibu toleransinya, kalau ada beda dikit, dirembug dan musyawarah. Gitu nggih Bapak Ibu,” pungkas Yoyok Sukawi.(HS)

Tingkatkan Peranan Pemuda di Wonosobo, Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko: Ayo Pemuda Bergerak!

Pasca Pandemi Covid-19: Edukasi Media, Kesehatan, Gizi