HALO KLATEN – Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menyampaikan harapan, hiburan kesenian tradisional wayang kulit seperti yang diselenggarakan Kecamatan Karangdowo, bisa menjadi pengobat rindu masyarakat, setelah selama dua tahun tak dapat menyelenggarakan acara seupa akibat wabah Covid-19.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya, ketika menghadiri pergelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Mulyono tersebut, di halaman Kantor Kecamatan Karangdowo, belum lama ini.
Pergelaran wayang kulit dalam rangka memperingati HUT Ke-218 Kabupaten Klaten tersebut, turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Klaten, Forkopimcam Karangdowo, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Yoga Hardaya mengapresiasi sambutan antusias masyarakat untuk menonton pergelaran tersebut. Dirinya berharap semoga pagelaran ini dapat mengobati kerinduan masyarakat akan hiburan wayang dan semoga lakon yang disuguhkan dapat diambil sisi positifnya.
“Terlihat ini masyarakat ramai berdatangan, apa mungkin karena sudah kangen dengan hiburan wayang. Saya harap ini bisa jadi obat rindu masyarakat akan hiburan wayang kulit dan saya harap pula lakon yang dimainkan dapat kita ambil sisi positif serta hikmahnya untuk kita jadikan pedoman hidup,” kata Yoga seperti dirilis klatenkab.go.id.
Pada kesempatan tersebut, Camat Karangdowo, Tomisila Aditama melaporkan bahwa pagelaran wayang kulit Kecamatan Karangdowo digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Klaten ke 218 dengan Dalang Ki Mulyono Purwo Wijoyo.
“Terima kasih kepada tamu hadirin yang hadir dalam pagelaran wayang malam ini. Wayangan ini digelar dalam rangka Hari Jadi Klaten dengan dalang Ki Mulyono. Pagelaran ini tidak bisa terlaksana tanpa adanya dukungan seluruh pihak,” tuturnya.
Sebelumnya dalam rangka memperingati HUT Klaten, Pemkab membagikan 1.000 paket sembako, dalam kegiatan “Klaten Berbagi”.
Bantuan sembako diserahkan secara simbolis oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, Jumat (22/07/2022) di Panti Asuhan Al Munir di Karangnongko, Yayasan Penitipan Bayi Terlantar (YPBT) Gayamprit di Klaten Selatan, dan Panti Asuhan Putra Yatim Muhammadiyah di Klaten Tengah.
“Total keseluruhan dalam rangka hari jadi Kabupaten Klaten, ada 1.000 paket yang diberikan ke 26 kecamatan atau tempat-tempat yang sangat membutuhkan, terutama untuk yatim piatu, anak terlantar, dan pondok pesantren yang menjadi sasaran kami. Sisanya paket sembako akan dibagikan kepada kaum duafa, fakir miskin dan lainnya,” kata Bupati Klaten, setelah menyerahkan bantuan sembako, di Panti Asuhan Putra Yatim Muhammadiyah.
Dia berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, anak-anak yang dikunjungi selalu giat belajar, dan giat ibadah. Bantuan ini merupakan bentuk suport Pemkab Klaten kepada anak-anak yang kurang beruntung (anak luar biasa).
“Kita (Pemkab Klaten) memberikan apresiasi dan perhatian kepada yayasan yang kami kunjungi yaitu panti asuhan Al Munir, anak-anak terlantar dan panti asuhan yatim putra. Kami pemerintah daerah berterimakasih kepada para pimpinan yayasan yang luar biasa,” kata Bupati. (HS-08).