in

Hadapi Bencana Musim Hujan, Tim SAR Arnavat Kendal Dikukuhkan

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki saat memimpin Apel Siaga Bencana di Alun-alun Kendal, Kamis (3/11/2022)

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melaksanakan Apel Siaga Bencana dan Pengukuhan SAR Arnavat Polres Kendal 2022, dengan slogan “Sepenuh hati, Sepenuh Jiwa Demi Kemanusiaan” yang digelar di Alun-alun Kendal, Kamis (3/11/2022).

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki yang menjadi pemimpin apel, saat membacakan sambutan Bupati Kendal mengatakan, sekarang sudah memasuki musim penghujan. Kewaspadaan dan kesiagaan perlu dikedepankan, utamanya untuk menghadapi munculnya potensi kebencanaan.

Ditegaskan, hal ini sangat penting demi menghindari jatuhnya korban jiwa atau kerusakan yang menimbulkan kerugian harta dan benda yang tentunya tidak diinginkan bersama.

“Karena wilayah Kabupaten Kendal termasuk daerah di wilayah pantura Jawa Tengah yang rentan berpotensi bencana alam khususnya banjir, baik dari luapan sungai-sungai besar maupun banjir bandang,” tandasnya.

Dibacakan, pada bulan November 2022, prakiraan potensi banjir di wilayah Kabupaten Kendal masuk dalam kategori rendah, sedang dan tinggi, yaitu rendah di wilayah Kecamatan Brangsong, Gemuh, Kangkung, Kendal, Ngampel, Patebon, dan Rowosari.

Sementara untuk sedang di wilayah Kecamatan Boja, Brangsong, Cepiring, Gemuh, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Kangkung, Kendal, Limbangan, Ngampel, Pageruyung, Patean, Patebon, Pegandon, Plantungan, Ringinarum, Rowosari, Singorojo, Sukorejo, dan Weleri.

“Sedangkan katagori tinggi di wilayah Kecamatan Boja, Patean, Plantungan, Singorojo, dan Sukorejo,” papar Wabup.

Ditambahkan, kejadian bencana alam bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Tidak ada yang tahu kapan akan terjadi.

“Maka perlu kita antisipasi lebih awal, karena dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat kapan saja dan dimana saja untuk segera ditangani. Kenyataan ini mendorong kita semua untuk mempersiapkan diri, keluarga dan seluruh warga Kendal,” imbuhnya.

Sejak bulan Januari hingga Oktober 2022 di wilayah Kabupaten Kendal tercatat jumlah kejadian bencana ada sebanyak 123 kejadian.

Kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir sebanyak 59 kejadian, tanah longsor 22 kejadian, puting beliung/angin kencang 39 kejadian, kekeringan dua kejadian, dan kebakaran hutan/lahan satu kejadian.

Kejadian bencana alam yang terjadi di Kendal, berdampak pada rusaknya rumah warga dan fasilitas umum serta polusi udara.

“Untuk itu, pentingnya peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana, seperti menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis, memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, melakukan kegiatan penanggulangan bencana dan memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penanggulangan bencana,” beber Wabup.

Pada kesempatan tersebut dirinya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya SAR Arnavat Polres Kendal terdiri 35 personel.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, saya ucapakan selamat atas dikukuhkannya SAR Arnavat Polres Kendal, dengan slogan “Sepenuh hati, Sepenuh Jiwa Demi Kemanusiaan”. Laksanakan tugasnya dengan baik, profesionalitas, serta asah terus kemampuan personil,” ungkap Wabup.

Dirinya juga meminta kepada para relawan, untuk menampilkan sosok penolong dan masyarakat dan pelayan, tanamkan rasa keikhlasan dan ciptakan tanggungjawab yang tinggi, serta peduli pada sesama dalam penanggulangan bencana alam di Kabupaten Kendal.

“Dengan telah dibentuknya dan dikukuhkan tim dan relawan SAR Arnavat Polres Kendal, diharapkan dapat membantu pelaksanaan tugas Polri dalam kegiatan Search And Rescue (SAR) khususnya,” tutup Wabup.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan personel siaga bencana dan peralatan penanggulangan bencana oleh Wakil Bupati Kendal, didampingi Forkopimda.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kendal, Sigit Sulistiyo mengatakan, personel relawan dipersiapkan terutama untuk banjir dan longsor di Kendal.

“Kita mempersiapkan secara personel untuk teman-teman baik relawan kemudian dari TNI Polri serta komunitas-komunitas yang lain. Yang tidak kalah penting adalah warga masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal,” ujarnya kepada awak media, usai acara.

Untuk itu, tugas para relawan, dalam kondisi musim hujan, secara pribadi maupun secara komunitas, harus membersihkan sampah kemudian memotong pohon-pohon yang sudah mulai tinggi.

“Selanjutnya, ikut mengimbau kepada warga yang tinggal di dekat aliran sungai, jangan sampai di saat musim hujan berada di daerah aliran sungai jadi harus dihindari,” imbuh Sigit.

Sementara Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana, Teguh Udianto mengatakan, apel siaga bencana kali ini cukup banyak yang hadir. Terlebih dengan adanya team baru, yaitu Arnavat milik Polairud.

“Semoga peserta para relawan yang hadir pada saat apel siaga bencana, tanggap terhadap ancaman bencana alam yang terjadi di Kabupaten Kendal dan tidak berbanding terbalik, ketika ada kebencanaan,” ungkapnya. (HS-06).

Cerita Warga Wonogiri Tak Lagi Dihantui Kekeringan Berkat Bantuan Embung Dari Pemprov Jateng

Pengajian Syiar Muktamar, Muhammadiyah Kendal Tampilkan Ustaz Wijayanto