HALO SEMARANG – Guna membekali ilmu dan pengalaman kepada peserta di bidang teknologi internet, salah satu perusahaan penyedia layanan internet di Indonesia Parsaoran Global Datatrans atau HSP Net menggelar Workshop atau Pelatihan dengan tema Cyber Security Awareness & Ethical Hacking bertempat di Hotel Azana Semarang, Kamis (30/5/2024). Kegiatan kali ini, diikuti oleh sebanyak 30 orang praktisi Information Technologi (IT) yang merupakan perwakilan dari berbagai perusahaan di Semarang dan sekitarnya.
Irianita Rahardianti, selaku Vice President (VP) Regional 2 HSP wilayah Jateng-DIY, menjelaskan, bahwa dengan adanya kegiatan workshop ini, harapannya bisa membekali praktisi IT dengan berbagai materi teknologi internet langsung dari pakarnya sehingga bisa memproteksi data-data penting yang ada di perusahaan di tempatnya bekerja tidak hilang.
“Apalagi sekarang trendnya sudah marak dimana serangan cyber misalnya phising, terutama di dunia perbankan, bahkan sampai Kominfo pun kerap kena. Ini masih trending di dunia internet banyak membicarakan masalah security cyber agar tim IT dapat tambahan pengalaman dan wawasan di bidang security cyber, sebagai double proteksi, jika perusahaan butuh bantuan untuk memproteksi data-data pentingnya tetap aman,” paparnya, disela acara Workshop, Rabu (30/5/2024).
Dalam pelatihan ini, mereka tidak hanya belajar teori namun mempraktekkan cara mengantisipasi beberapa gangguan atau serangan yang dilancarkan hacker.
“Yang sering dialami misalnya virus, maupun dimasukan lewat WA, dan email kantor. Jadi perusahaan bisa mengantisipasinya sedini mungkin jika kemungkinan ada risiko ancaman tersebut agar tetap aman untuk dipakai, baik di skala kecil rumahan dan besar perusahaan, tentunya gak perlu biaya mahal,” imbuhnya.
Adapun pesertanya terdiri dari para praktisi IT, mulai dari goverment, kampus, rumah sakit, pabrik, manufacture dan hospitality.
Saat ini, kata Anita, sapaan akrabnya, HSP Net di wilayah Jateng-DIY memiliki pelanggan sekitar 80 corporate selama satu tahun berdiri. Dan pelanggan untuk retail atau rumahan capai 10.000 pelanggan.
“Memang pada awalnya HSP dipasarkan ke segmen retail/rumahan lalu baru merambah middle ke atas, yakni untuk segmen corporate sejak Juni tahun 2023 lalu,” katanya.
“Kita saat ini sudah memiliki jaringan yang terhubung dari Jawa dan Bali maupun luar negeri. Pelanggannya kini mencakup di 200 kota, dengan fiber optiknya membentang sepanjang 27.000 kilometer,” imbuhnya.
Adapun produk HSP Net sendiri, selain menyediakan jaringan internet, juga perangkat maupun sofware teknologi internet, seperti diantaranya CCTV, server dan cloud.
“Untuk di Semarang kita juga sudah punya data server ada 9 POP Data Centre,” ungkapnya.
Sementara, Praktisi IT, Rofiq Fauzi sekaligus staf pengajar Polines sebagai narasumber mengatakan, materi yang diberikan tentang IT dan keamanan jaringan internet. Di internet data adalah uang, data juga aset bagi perusahaan.
“Sehingga peserta diharapkan bisa mengetahui dan sadar bagaimana cara kehilangan data dengan tipu muslihat atau modus kejahatan cyber cuma dalam hitungan menit, berakibat merusak reputasi yang dibangun bertahan tahun. Kalau terjadi di bank data pelanggan hilang, tidak akan dipercaya nasabah lagi. Sekaligus juga menjadikan pembelajaran atau memberikan edukasi ke masyarakat bahwa pentingnya untuk aman berinternet,” pungkasnya. (HS-06)