HALO SEMARANG – Dalam setahun kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kementerian Agama menunjukkan peningkatan kinerjanya. Hal itu antara lain terlihat dari peningkatan Indeks Kesalehan Umat Beragama, yang naik dari 82,52% pada 2020, menjadi 83,92% pada 2021.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali, dalam apel pagi Senin (10/1/2022) di halaman kantor Kementerian Agama.
Dia juga mengemukakah, Indeks Kerukunan Umat Beragama, juga naik dari 67,36 % pada 2020 menjadi 72,39 % pada 2021.
Indeks Kepuasan Layanan Kantor Urusan Agama, juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2019, Indeks Kepuasan Layanan Kantor Urusan Agama mencapai 77,28 %, sementara pada 2021 naik menjadi 78,90 % (2021). Pada 2020 tidak dilakukan survei.
Untuk capaian Laporan Keuangan Kementerian Agama tahun 2021 adalah WTP. Ini kali kelima sejak 2017,
Adapun nilai Reformasi Birokrasi Beragama, tahun 2020 sebesar 75,32 %. Tahun 2021, diharapkan naik, namun masih menunggu info dari Kemenpan dan RB.
Lebih lanjut disampaikan, Kementerian Agama meminta jajarannya, baik di pusat maupun daerah, untuk menggelar apel pagi setiap Senin.
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Sekjen Kemenag Nomor SE. 01 Tahun 2022 tentang Apel Pagi bagi Pegawai Aparatur Negara Kementerian Agama tertanggal 7 Januari 2022.
Imbauan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor B/403/M.KT.02/2021, tentang Imbauan Pelaksanaan Apel Pagi di lingkungan Instansi Pemerintah.
Lebih lanjut Nizar Ali juga menegaskan, bahwa apel akan terus digelar setiap Senin pagi, sebagai wujud ketaatan dan komitmen bersama. Apel pagi ini, menurut dia penting untuk menumbuhkan, memelihara, dan meningkatkan rasa kebangsaan serta cinta tanah air.
“Ini bagian upaya meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Ini juga menjadi wujud pengabdian terhadap negara dan rakyat Indonesia, serta ketaatan terhadap ideologi Pancasila dan UUD 1945,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id, Senin (10/1/2022).
“Apel pagi juga bisa menjadi wahana pertemuan bersama antarpegawai, sebelum memulai aktivitas pekerjaan,” kata dia.
Sementara itu untuk Hari Amal Bhakti ke-76 tahun ini, Kementerian Agama mengusung tema “Transformasi Layanan Umat”. Sekjen meminta tema ini bisa diterjemahkan seluruh jajaran Kementerian Agama, dalam bentuk aksi nyata dalam menjawab tantangan pelayan.
Transformasi layanan, meliputi perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan sarana dan prasarana atau infrastruktur yang mempercepat dan mempermudah kinerja Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Pelaksanaan apel dilakukan secaa fisik dan virtual, dengan memperhatikan jumlah peserta, jarak aman, protokok kesehatan dan perkembangan kasus Covid-19 di masing-masing wilayah satuan kerja.
Apel diikuti pejabat dan pegawai baik yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) maupun yang melaksanakan tugas dari rumah (work from home). (HS-08)