HALO SEMARANG – Pemkot Semarang Gelar Apel Gladi Lapang untuk Kesiapsiagaan bencana di halaman Balaikota Semarang, Jumat (11/11/2022). Apel diikuti ratusan personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan jajaran Forkompimda. Serta ditampilkan sejumlah kendaraan operasional milik TNI , Polri maupun BPBD dan lainnya yang siap diturunkan ke lokasi bencana.
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan terkait kejadian bencana di sejumlah titik di Kota Semarang beberapa waktu lalu, perlu diantisipasi sedini mungkin dengan semangat kebersamaan. Menurutnya, dengan semua elemen baik dari pemerintah, TNI, Polri dan Forkompimnda yang turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bisa ditangani semuanya.
“Meski dari prakiraan BMKG bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari- Februari 2023, namun di Kota Semarang telah terjadi bencana banjir, namun dengan kesiapsiagaan semua pihak bisa ditangani bersama-sama dengan baik. Tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir beberapa waktu lalu,” tegasnya, usai memimpin Apel Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana itu.
Dijelaskan Sekda, jika tujuan dari apel siaga lapang ini untuk menguatkan lagi dan mensinkronkan lagi ternyata dengan kebersamaan adalah kekuatan.
“Jadi hari ini kita ketemu lagi dalam rangka menambah semangat kita untuk menghadapi musim hujan. Mudah-mudahan tidak ada kejadian yang membahayakan bagi warga kota semarang dalam menghadapi musim hujan ini,” paparnya.
Selain itu, Sekda juga mengapresiasi kepada seluruh sukarelawan dan Forkompimda yang sigap membantu warga terdampak. Seperti diketahui, wilayah Ngaliyan, di Tambakaji, Perum Wahyu Utomo pada Minggu (6/11) dilanda banjir.
“Kami berterimakasih kepada seluruhnya saja, atas kerjakerasnya dan dengan target penanaganan untuk diselesaikan selama sepekan, dengan pelibatan semuanya, pada tanggal 7-8 November beberapa hari setelah banjir dapat kita kondisikan dengan baik,” imbuhnya.
Disampaikan Sekda, saat penanganan banjir beberapa waktu lalu, dikerahkan sebanyak 750 personel sukarelawan.
“Dari target 600 relawan, tambah menjadi 750 orang. Dan hari ini sudah finishing, tinggal dari DPU dibutuhkan untuk perbaikan-perbaikan, sekali lagi jika dengan kebersamaan bisa mampu menyelesaikan tugas berat maupun ringan,” pungkas Sekda. (HS-06)