HALO BATANG – Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi semua umat muslim, tak terkecuali bagi para pedagang makanan takjil yang tergabung dalam Paguyuban Takjil Jalan Veteran, yang kembali merasakan manisnya berkah bulan suci.
Ketua Paguyuban Takjil Veteran, Rini dari Kauman mengatakan, paguyuban tersebut telah 9 tahun terbentuk dan selama itu pula para pedagang dimudahkan mendapatkan rezeki.
Diakuinya, selama pandemi, ke-25 pedagang sepi pembeli bahkan tutup total, namun sejak diizinkannya kembali Gebyar Takjil, membawa angin segar untuk mendapatkan rezeki selama Ramadan.
“Kalau sebelum pandemi, omset selama Ramadan, bisa sampai Rp500 ribu sehari, paling tidak Ramadan tahun ini bisa sama, jadi semua pedagang diuntungkan. Menu yang dijajakan sangat beragam, mulai dari kolak, aneka es, bahkan makanan berat untuk menu buka, pun dijual, harganya sangat ekonomis mulai Rp2 ribu sampai Rp10 ribu,” kata dia, di stand Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Kamis (23/3/2023).
Pedagang takoyaki, Novi mengutarakan, dibukanya kembali Gebyar Takjil menjadi kabar gembira bagi para pedagang yang selama tiga tahunan lalu mengalami penurunan omset drastis.
“Ya semoga saja lancar, tiap tahun ada, pedagangnya ramai otomatis pembelinya juga semakin banyak. Dulu sebelum pandemi omset bisa sampai Rp 500 ribu, kalau sekarang baru buka dari jam 3 sore sudah dapat Rp 200 ribu,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Sementara ditemui usai membeli menu berbuka puasa, Rohmah warga Kertonegaran mengatakan, merasa terbantu setelah dibukanya lagi Gebyar Takjil karena konsumen dimudahkan untuk membeli menu berbuka puasa.
“Ya sekarang jadi gampang lagi kalau mau cari menu buka puasa atau takjil. Ini beli es, gorengan sama kue-kue untuk takjil terus kluban buat lauk pauknya, belinya macam-macam habis sampai Rp40 ribu,” ujar dia.
Warga dapat menunggu waktu berbuka sambil berwisata kuliner di sepanjang Jalan Veteran, yang menjadi jantung keramaian Kota Batang itu, mulai pukul 15.00-19.00 WIB.
Kelapa Muda
Ramadan juga menjadi berkah bagi pedagang kelapa muda. Peningkatan permintaan, membuat mereka bisa memasok kelapa muda lebih banyak dari bulan-bulan biasanya.
Daryati, pedagang es kelapa muda di Jalan Pemuda Batang, mengaku mampu menjual hingga 100 butir kelapa muda.
“Alhamdulillah ini sudah habis 100 butir kelapa muda, biasanya memang kalau Ramadan lebih banyak, hari biasa paling 50 butir,” kata dia.
Harga kelapa sendiri di jual bervariasi dengan gula jawa, gula pasir dan sirop dijual dengan harga mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp11 ribu per bungkusnya.
Pada bulan Ramadan, Daryati mulai berjualan sekitar pukul 14.00 WIB sampai dagangannya habis.
“Kalau kelapa mudanya sendiri saya kulakan dari Banjarnegara,” ungkapnya.
Chamila salah satu pelanggan mengatakan, lebih memilih membeli air kelapa muda dari pada minuman lainnya.
Ia pun memilih air kelapa murni tanpa tambahan gula.
“Kalau saya pilih air kelapa murni, kalau pun pakai gula sedikit, memilih kelapa muda selain segar juga tanpa pengawet dan pewarna, karena saat puasa juga perlu menjaga kadar air dalam tubuh, dan air kelapa ini bagus,” ujar dia. (HS-08)