in

“Gebrakkan” Jadi Salah Satu Upaya Penurunan Angka Stunting di Kendal

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki saat berinteraksi dengan warga yang mengikuti kegiatan Posyandu di Balai Desa Magersari Kecamatan Patebon, Selasa (9/8/2022).

HALO KENDAL – Puluhan ibu-ibu dengan balitanya antusias mengikuti kegiatan implementasi inovasi pencegahan stunting dengan Gebrakkan (gerakan bersama makan ikan) di Balai Desa Magersari Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Selasa (9/8/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Pelaksana Penurunan Stunting Kabupaten Kendal yang juga Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno, Camat Patebon Mufids, Kepala Desa Magersari, Muhidin dan Pendamping Desa Misbachul Munir.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan, angka stunting di Kabupaten Kendal saat ini mencapai 13,3 persen atau sekitar 7.000 penderita stunting.

Menurutnya ini adalah hal serius yang harus dihadapi bersama untuk pencegahan. Supaya angka peningkatan stunting di Kabupaten Kendal tidak mengalami kenaikan terus-menerus.

“Kita kalah dengan Kabupaten Batang, kita kalah dengan Kabupaten Semarang. Padahal anggaran untuk pencegahan stunting kita lebih tinggi dibanding kedua daerah tersebut. Anggaran kita mencapai Rp 4 miliar lho. Itu jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut menegaskan, akan melakukan peninjauan di seluruh posyandu yang ada di Kabupaten Kendal.

“Terutama yang akan saya tanya nanti kepala Puskesmas di masing-masing kecamatan. Apa saja yang sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. Selanjutnya akan kita evalusi masing-masing pencapaian tersebut,” tandasnya.

Wakil Bupati kemudian meninjau kegiatan posyandu di Balai Desa Magersari, sekaligus menyapa para warga yang mengikuti kegiatan bersama anaknya dan tanya-jawab.

Dirinya mengaku prihatin, saat melihat belum maksimalnya peralatan untuk penunjang kegiatan posyandu yang ada di Desa Magersari.

“Ini saya lihat, peralatan untuk posyandu masih belum maksimal. Timbangan untuk balitanya saja masih pakai keranjang. Saya harap secepatnya seluruh posyandu di Kabupaten Kendal harus sudah lengkap peralatannya,” kata Pakde Bas.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Parno mengungkapkan, pihaknya di tahun 2023 mendatang akan memenuhi kebutuhan untuk kegiatan posyandu di 1.438 posyandu yang ada di Kabupaten Kendal.

“InsyaAllah, tahun 2023 mendatang 1.438 posyandu akan kita lengkapi peralatannya. Sehingga kegiatan di 30 puskesmas dan posyandu bisa maksimal,” ungkapnya.

Disisi lain, Kepala Desa Magersari, Muhidin mengatakan, kegiatan posyandu di desanya dilaksanakan sebulan satu kali, yang digelar di dua pos yang berbeda.

Ia juga mengungkapkan, di desanya saat ini terdata ada delapan anak yang menderita stunting.

“Namun berkat kegigihan kami dalam memantau perkembangan balita, Alhamdulillah bisa turun menjadi enam anak,” ungkap Muhidin.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Magersari, Siti Marfuatus Solekhah menjelaskan gerakan makan ikan ini sudah menjadi program Posyandu yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh para kader Posyandu Desa Magersari.

“Gerakan makan ikan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2018. Kegiatan posyandu dilakukan setiap satu bulan sekali dibagi di dua tempat. Selain gerakan makan ikan di bulan Agustus ini, para balita juga kami beri obat cacing dan vitamin,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Marfuatus, pihaknya melakukan penimbangan kepada balita usia 0-5 tahun, juga diukur lingkar kepala dan tinggi badannya untuk mengetahui anak terindikasi stunting atau tidak.

“Inovasi gerakan makan ikan Gebrakan merupakan salah satu contoh dalam percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh tim Puskesmas Patebon 1 bersama kader-kader Posyandu Desa Magersari,” imbuhnya. (HS-06)

Temuan Kerangka di Boja, Polres Kendal Masih Menunggu Hasil Forensik

Dukung Pengusaha Lokal Berdaya Saing Tinggi, Shopee Pilih Lokal Hadir dengan Tampilan dan Fitur Baru