in

Gandeng Pokdarwis Tambakharjo Semarang, Forwakot Gelar Lomba Mancing Wisata Pantai Tirang

HALO SEMARANG – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang akan kembali menggelar lomba mancing bertajuk “Lomba Mancing Wisata Pantai Tirang” yang dilaksanakan pada Minggu (20/8/2023) mendatang. Kegiatan lomba kali ini untuk memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan yang ke-78 Republik Indonesia.

Ketua Forwakot Semarang, Adennyar Wicaksono mengatakan, sebelumnya lomba mancing digelar di Polder Tawang pada pertengahan Maret lalu dengan menggandeng Dinas Perikanan Kota Semarang menyambut Hari Jadi Kota Semarang yang ke-476.

Sedangkan lomba kali ini mengambil tempat di Pantai Tirang Kota Semarang dalam rangka ikut memeriahkan HUT ke-78 Republik Indonesia. Sekaligus ingin makin mengenalkan wisata Pantai Tirang Kota Semarang yang kini sudah tertata dan bersih.

“Mancing ikan ini kan jadi hobi hampir banyak orang. Maka kita gelar lomba mancing ini untuk sekaligus mengenalkan Pantai Tirang Kota Semarang,” jelas Aden, Jumat (14/7/2023).

Dia menjelaskan lomba mancing sengaja digelar di Pantai Tirang guna mengangkat potensi pariwisata. Sebab Semarang merupakan kota pesisir dan Pantai Tirang sendiri satu-satunya pantai di Semarang yang masih memiliki garis pantai asli.

“Pantai Tirang ini masih ada garis pantai. Kita yakin ini bisa membantu Pemerintah Kota Semarang menjadikan Pantai Tirang sebagai obyek wisata andalan masa depan,” paparnya.

Dia memaparkan Pantai Tirang ini juga sangat instagramable untuk menikmati Sunrise dan Sunset di bibir pantai dan cocok untuk tempat rekreasi keluarga. Ia menambahkan, untuk pendaftaran peserta lomba mancing sudah dibuka oleh panitia. Dan terbatas untuk kuota 100 peserta.

“Biaya pendaftaran Rp 150.000 per orang. Dengan fasilitas free jearsey, tiket masuk lokasi wisata dan makanan ringan. Dan hadiah senilai jutaan rupiah. Nanti ikan akan kita tebar, yakni jenis Bandeng,” imbuhnya.

Adapun peraturan lomba, lanjut dia, yakni satu peserta satu joran dan satu mata kail/pancing, jenis dan ukuran joran bebas, lalu durasi waktu lomba mancing 90 menit/1,5 jam (pukul 08.30 WIB sampai dengan 10.00 WIB).

“Kemudian menggunakan umpan bebas, target ikan bandeng, hasil pancingan adalah ikan yang tersangkut di kail baik di mulut maupun badan ikan dan ditarik dari permukaan air tidak boleh menggunakan serok. Selanjutnya pemenang lomba adalah pemancing yang mendapatkan ikan target terbanyak selama durasi lomba (ikan target kecil atau besar nilainya satu ikan). Ikan hasil pancingan menjadi milik peserta, peserta yang datang terlambat tidak ada tambahan waktu. Peserta tidak boleh mengganggu pemancing lain, dan peserta yang tidak mematuhi aturan akan didiskualifikasi/dikeluarkan. Serta keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat,” tandasnya.

Ketua Pengelola Pantai Tirang Semarang, Dio Hermansyah Bakri mengaku pihaknya menyambut baik inisiatif dari Forwakot untuk menggelar lomba mancing. Sebab, hal ini bisa mengangkat potensi pariwisata Pantai Tirang.

“Ini satu-satunya pantai yang berpasir dan satu-satunya pantai di Kota Semarang yang punya ikon bagus. Sekarang lagi viral dan lomba ini bisa mengangkat potensi wisata,” ujar Dio.

Dia menambahkan, dahulu akses menuju Pantai Tirang sangat sulit dan banyak tumpukan sampah. Namun, saat ini semuanya telah diperbaiki oleh warga Tambakharjo bersama tim pengelola. Sehingga menjadi indah dan layak menjadi jujugan pariwisata.

“Pantai Tirang yang sekarang sudah berubah total dan sangat indah,” jelasnya.

Dia mengajak kepada semua warga Kota Semarang dan sekitarnya agar berpartisipasi meramaikan lomba mancing ini.

“Selain bersih dan indah, Pantai Tirang juga siap memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi pengunjung yang ingin berwisata maupun sekedar refreshing,” pungkasnya. (HS-06)

Tour de Borobudur 2023, Ganjar: yang Unik Rutenya Selalu Baru dengan Pemandangan Indah

Proyek Fly Over Madukoro Semarang akan Mulai Dikerjakan, Polisi Lakukan Simulasi Rekayasa Lalu Lintas