in

Galakkan Lagi Semangat Gotong Royong di Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Gotong royong adalah salah satu ciri khas yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang pada Pancasila dalam sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.

Gotong royong telah mendarah daging dan bahkan menjadi kepribadian bangsa, serta sebagai budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang hampir semua daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.

Sayangnya di era modern ini, semangat gotong royong mulai luntur dari kepribadian masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan perkotaan. Perkembangan zaman yang serba cepat, memaksa masyarakat modern lebih condong ke arah kehidupan individual.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko menegaskan, perlu adanya keterlibatan semua pihak untuk menggalakkan lagi semangat gotong royong, khususnya di lingkungan warga.

“Misalnya, perlu ada program pemerintah daerah yang menetapkan satu hari dalam satu bulan untuk mengajak seluruh warga, khususnya melalui kendali RT dan RW untuk gotong royong membersihkan kampung atau lingkungan sekitar. Hal ini saya kira penting untuk memupuk semangat gotong royong di masyarakat, khususnya dengan mengajak juga generasi muda,” katanya, Senin (31/10/2022).

“Tapi jangan hanya serimonial saja, harus rutin dan massif gerakan ini, dengan memanfaatkan simpul RT dan RW, atau kelurahan,” katanya.

Dikatakan, kehidupan bermasyarakat harus berbasis Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna kegotongroyongan. Untuk itu, pemerintah daerah perlu mengedepankan kebersamaan dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Semangat gotong royong ini jangan sampai luntur dari kehidupan masyarakat. Gotong royong inilah salah satu kunci persatuan Indonesia,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Keterpurukan Akibat Pandemi

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry, Wawan Cahyono.

“Kebersamaan gotong royong harus diutamakan dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, semangatnya bisa tercermin dalam produk perundang-undangan maupun kebijakan. Politik sama sekali tidak identik dengan gontok-gontokan atau keinginan untuk menang sendiri,” katanya.

Saat ini, Bangsa Indonesia tengah memasuki masa endemi, sehingga diperlukan kebersamaan dan kegotongroyongan di segenap masyarakat dan anak bangsa. Karena, dengan gotong royong, dapat membantu antarsesama manusia yang tidak hanya slogan.

“Aksi nyata itu dapat dilihat tiap hari di berbagai sudut wilayah NKRI,” ucap Mas Ferry, sapaan akrabnya.

Karakter seperti Itulah yang menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan 2 tahun akibat pandemi Covid-19. Bahkan, jiwa-jiwa Pancasilais muncul tanpa diperintah.

“Pancasila juga merupakan simpul yang telah mengikat Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, modal bangsa Indonesia saat ini adalah gotong royong, yang manifestasinya adalah dialog dan musyawarah untuk mufakat,” lanjutnya.(Advetorial-HS)

Optimalkan Penyerapan Aspirasi, DPRD Kendal Luncurkan Aplikasi Suara Mas

Event Honda All New BR-V Pop Park di Semarang Disambut Antusias