in

Forkompimda Blora Siapkan Antisipasi Peningkatan Covid-19

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Blora, bersama lintas organisasi wanita se Kabupaten Blora, menggelar doa bersama dan istighotsah “Pray From Home”, secara virtual, Rabu, (21/7) dari Pendopo Bupati Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, menyatakan siap untuk menindaklanjuti arahan dari Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, dalam rakornas beberapa waktu lalu, terkait penanganan Covid-19 dan PPKM..

Kesiapan tersebut termasuk meningkatkan testing, tracing, treatment (3T); antisipasi kemungkinan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dalam sepekan ke depan; serta mempercepat vaksinasi.

Sebelumnya, Luhut mengingatkan para kepala daerah meminta agar kepala daerah mewaspada peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dalam sepekan mendatang, meningkatkan 3T, dan mempercepat vaksinasi.

Kesiapan itu disampaikan Bupati, setelah mengikuti rakornas implementasi PPKM Level 4 secara virtual, dipimpin Menko Maritim dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan. Bupati didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati dan jajaran Forkopimda, mengikuti dari Ruang Pertemuan Setda.

Menurut Bupati Blora, perpanjangan PPKM tersebut tidak diharapkan masyarakat, karena memberatkan. “Perpanjangan ini memang tidak diharapkan masyarakat karena memberatkan. Maka skema baru perlu disiapkan, agar hasilnya nanti bisa maksimal. Pak Kapolres sudah menyiapkan skema baru, untuk menindaklanjuti PPKM Level 4 bagi wilayah Blora yang masuk level 3,” kata Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Untuk vaksinasi, Bupati mengatakan terus dilakukan di 28 gerai bersama TNI-Polri dengan melibatkan Puskesmas.

“Saya berharap minggu depan vaksinasi online yang akan dilaksanakan dengan Polres bisa digelar. Begitu juga dengan data isolasi mandiri tolong terus diupdate agar mereka bisa kita berikan bantuan obat-obatan dan vitamin sehingga segera sembuh,” harap Bupati.

Pihaknya mengaku saat ini tingat BOR atau keterisian di Rumah Sakit Kabupaten Blora sudah turun tinggal 50 persen. Ini artinya jumlah pasien yang dirawat di RS semakin berkurang.

“Entah yang sakit berkurang, atau takut ke rumah sakit. Ini perlu kita sikapi dengan terus mengupdate data yang isolasi mandiri,” kata Bupati.

Dia juga meminta Dinas Sosial untuk memperbarui data bansos. Dalam data tersebut, para pelaku seni juga perlu dimasukkan.

“Sehingga bantuan sosial yang kita berikan tepat sasaran. Jangan ditunda-tunda,” tegas Bupati.

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama SIK menyampaikan skema baru dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI yang disampaikan oleh Menko Marinves RI.

“Kita berharap bisa turun dari level 3 ke level 2 supaya PKL bisa aktivitas, dan kami akan terus laksanakan penyekatan bersama 3 pilar,” terang Kapolres.

Langkah yang akan dilaksanakan, lanjutnya, bila mendapat kelonggaran dicoba akan komunikasi dengan para PKL untuk kemudian kita sepakati aturan jika terjadi pelanggaran maka akan diberikan sangsi.

‘Kita akan undang dahulu perwakilan paguyuban PKL,” kata Kapolres.

Doa Bersama

Sementara itu dalam upaya untuk melawan Covid-19, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora, bersama dengan lintas organisasi wanita se Kabupaten Blora, juga telah menggelar doa bersama dan istighotsah “Pray From Home”, secara virtual, Rabu, (21/7) dari Pendopo Bupati Blora.

Doa bersama dan Istighosah tersebut, diikuti Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Nur Arafah Yasin, Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj Ainia Arief Rohman, Ketua Persit dan Ketua Bhayangkari Blora, dan lintas organisasi wanita se Kabupaten Blora.

Bupati Blora mengapresiasi TP PKK Kabupaten Blora yang telah melakukan doa bersama dan istighosah. Menurutnya, di samping upaya penanganan Covid-19 secara lahiriah yang telah dilakukan, perlu didukung dengan upaya batiniah seperti dengan doa.

“Kita apresiasi TP PKK Kabupaten Blora yang telah berinisiasi untuk menyelenggarakan acara doa bersama “pray from home” dan juga lintas agama ini hadir juga, serta acara istighosah pada siang hari ini. Dalam rangka mendukung upaya lahiriah yang sudah kita lakukan, kita juga berupaya berdoa menurut agama kepercayaan masing-masing, kita juga upaya batin” ungkap Bupati Arief.

Bupati mengungkapkan, kegiatan tersebut sekaligus mendoakan agar masyarakat Blora yang saat ini tengah sakit agar diberi kesembuhan. Termasuk mendoakan masyarakat Blora yang telah meninggal akibat adanya Covid-19 ini.

“Kita berdoa semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, agar masyarakat Blora yang sakit segera diberi kesembuhan, yang menjalani isolasi mandiri semoga cepat sembuh, yang di rumah sakit juga cepat sembuh” harap Bupati.

Bupati juga mengajak peserta untuk mendoakan para korban Covid-19 yang meninggal.

“Dan juga kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita, yang meninggal karena covid-19 jumlahnya sekitar 800 orang, semoga diterima disisinya, husnul khatimah dan keluaganya diberi ketabahan,” lanjutnya.

Arief berharap agar ke depannya kasus Covid-19 dapat semakin menurun angkanya. Melihat bahwa saat ini Kabupaten Blora perlahan mulai membaik, dari yang sebelumnya pada zona merah kini sudah dua minggu berada pada zona oranye dan masuk level 3.

Namun demikian, penanganan Covid-19 di Blora akan terus ditingkatkan menjadi lebih baik dan protokol kesehatan akan terus digiatkan, agar kasus Covid-19 semakin menurun.

Sementara itu Hj Nawal Nur Arafah Yasin, menyambut baik adanya kegiatan doa bersama dan istighotsah yang diikuti lintas organisasi wanita di Kabupaten Blora tersebut.

“Bersama kita lantunkan doa memohon pertolongan Allah Swt, agar masyarakat Kabupaten Blora dan Jawa Tengah pada umumnya diberikan keselamaatan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah termasuk melewati masa pandemi covid-19” terangnya.

Hj Nawal mendoakan agar masyarakat Blora maupun Jawa Tengah yang saat ini tengah mengalami sakit ataupun terdampak Covid-19 dapat diberikan ketabahan dan kekuatan agar lekas pulih.

“Bagi Saudara-saudara yang diuji dengan sakit ataupun musibah, kita doakan agar senantiasa pinaringan (diberikan) kekuatan lahir batin dan insyaallah akan mampu melewati ujian ini dengan baik,” katanya.

Pihaknya menerangkan bahwa pandemi ini belum bisa diprediksi kapan berakhirnya. Peningkatan kasus Covid-19 pun masih terjadi di berbagai daerah, maka kemudian pemerintah mengambil kebijakan PPKM Darurat untuk menekan kasus.

Termasuk, Gubernur Jawa Tengah telah mengambil langkah cepat dalam penanganan Covid-19 di antaranya dengan menerbitkan Instruksi Gubernur Jawa Tengah No 1 tahun 2021 tentang Percepatan Penaggulangan Lonjakan Kasus Covid-19.

“Semoga Allah Swt selalu melindungi meridhoi dan memudahkan usaha kita melewati tantangan pandemi ini, terima kasih Bapak Bupati Blora untuk dedikasi dan kerja keras unntuk masyarakat Blora” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Hj Ainia Arief Rahman menyampaikan bahwa TP PKK, DWP, dan organisasi wanita lainnya selalu siap mendukung pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19.

Selain itu, juga aktif memberikan dukungan pada nakes, relawan, masyarakat yang terdampak sosial-ekonominya, menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan, terlibat aktif dalam menyukseskan Jogo Tonggo yang ada di Kabupaten Blora, serta berbagai kegiatan lainnya.

Ketua TP PKK Blora tersebut juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berdoa, agar pandemi ini segera usai.

Juga mendoakan masyarakat Kabupaten Blora yang tengah berjuang menghadapi pandemi ini.

“Mari satukan hati dan jiwa bersama-sama mohon ampun, dari salah dan dosa. Mari kita mengetuk pintu langit, Mari kita matur dan minta kepada Allah SWT agar Pandemi segera dilenyapkan dari muka bumi,” ungkapnya.

Kegiatan doa bersama dan istighosah tersebut berlangsung secara khusyuk. Acara dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan jumlah peserta terbatas dan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan, ribuan peserta lainnya mengikuti gelaran doa dari rumah masing-masing secara virtual zoom meeting maupun live streaming Youtube. (HS-08).

Share This

Pemkab Blora dan Baznas Salurkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat

Sri Mulyani Berharap Tak Muncul Klaster Kurban