HALO GROBOGAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, Selasa (4/2/2025) turun langsung ke RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, untuk memastikan pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Grobogan itu berjalan optimal.
Dalam peninjauan itu, Sekda juga menghimpun suara pansien, karena setiap antrean yang mengular, keluhan yang terlontar, dan apresiasi yang diberikan, adalah cerminan dari kualitas layanan yang sesungguhnya.
Berbagai masukan itu, kemudian menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan pelayanan rumah sakit tersebut.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas rumah sakit tersebut, Sekda tidak sekadar melihat dari jauh.
Didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda dan Kepala BPPKAD, dia menelusuri Instalasi Rawat Jalan, Farmasi, IGD, Ruang Asoka, hingga Laboratorium BDRS.
Bukan hanya meninjau, dia juga berbincang langsung dengan pasien dan keluarga mereka, menggali pengalaman mereka terhadap layanan rumah sakit.
Dari hasil perbincangan dengan pasien, sebagian besar menyatakan kepuasan, tetapi ada pula beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Salah satu sorotan utama adalah waktu tunggu pengambilan obat di Instalasi Farmasi yang dinilai masih terlalu lama.
Keterbatasan SDM menjadi tantangan utama dalam mempercepat layanan ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, seperti dirilis setda.grobogan.go.id, mengatakan perlunya optimalisasi sistem pelayanan serta peningkatan kapasitas tenaga medis agar pasien bisa mendapatkan obat dengan lebih cepat dan efisien.
Tak hanya itu, kebersihan fasilitas, terutama toilet di Instalasi Rawat Jalan, juga menjadi perhatian.
Kenyamanan pasien dan pengunjung harus tetap terjaga, seiring dengan peningkatan mutu layanan rumah sakit.
Sementara, Asisten Administrasi Umum Sekda, Catur Suhantoro, menyoroti penggunaan bahasa asing pada beberapa papan nama ruangan.
Ia mengingatkan bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik di instansi pemerintahan.
Oleh karena itu, penyesuaian dengan Bahasa Indonesia perlu dilakukan agar informasi lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Selepas peninjauan, Sekda memimpin rapat bersama Direktur RSUD dan jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan berbagai capaian positif serta tantangan yang masih dihadapi, mulai dari dinamika kebijakan eksternal hingga persoalan pembiayaan.
Salah satu langkah strategis yang disoroti adalah optimalisasi promosi layanan melalui media sosial agar masyarakat mendapatkan informasi lebih luas mengenai fasilitas dan layanan rumah sakit.
Evaluasi berkelanjutan dan langkah perbaikan yang konkret menjadi prioritas dalam peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Soedjati.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit, diharapkan mutu layanan terus meningkat, memastikan kesehatan masyarakat Grobogan tetap menjadi prioritas utama. (HS-08)