in

Empat Filosofi Wajah Baru TMII Sambut Spouse Program KTT ke-43 ASEAN

Penampilan konfigurasi drone membentuk tulisan TMII dan air mancur menari saat pengenalan wajah baru TMII di Danau Archipelago, TMII, Jakarta, Jumat (1/9/2023). (Sumber : Youtube Sekretariat Presiden)

 

HALO SEMARANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat ini, menghadirkan wajah baru, sekaligus sejumlah filosofi dasar.

Pertama, adalah inklusivitas dengan tetap mempertahankan kekuatan Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

TMII hadir sebagai destinasi wisata yang terbuka, untuk seluruh lapisan masyarakat, yang saling bertoleransi dan menghargai budaya.

Filosofi hijau, menurut Erick Thohir juga diterapkan di kawasan TMII, melalui kebijakan pemanfaatan kendaraan listrik, di sekitar kawasan berikut dan sumber energi ramah lingkungan.

“Sebanyak 70 persen TMII kita pertahankan (area) hijau. Kita juga gunakan kendaraan listrik,” kata Erick Thohir, seperti dirilis kemenparekraf.go.id.

Filosofi berikutnya adalah kecerdasan melalui implementasi platform digital, sebagai representasi Indonesia di masa depan.

“Kita lihat bagaimana kemodernan bangsa kita, di mana sistem yang dilakukan di sini semua serba teknologi. Kita mulai dengan ticketing, nanti ada juga pemandangan yang serba digital,” ujarnya.

Terakhir, filosofi budaya di mana TMII menjadi destinasi wisata, yang merepresentasikan ragam budaya Indonesia.

Filosofi itu diwujudkan melalui optimalisasi kegiatan seni dan budaya, dan ragam atraksi di panggung-panggung terbuka, sehingga pengunjung berkesempatan untuk menyaksikan langsung pagelaran seni dan budaya, serta terlibat menjadi bagian dari budaya itu sendiri.

“Inilah kita persembahkan semoga kita bisa terus merawat, tidak hanya membangun TMII,” katanya.

Kolaborasi

Proyek revitalisasi wajah baru TMII yang dimulai sejak Januari 2022, dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian BUMN.

Jalan kawasan, pedestrian, lanskap kawasan, drainase, dan gerbang utama termasuk yang diperbaiki.

Saat ini, gerbang utama menjadi lebih tertata dan nyaman. Bagi pengunjung, disediakan beberapa gedung parkir kendaraan.

Karena masuk kawasan hijau, untuk berkeliling menikmati area TMII, pengunjung dapat naik kendaraan khusus yang ramah lingkungan.

Ikon TMII, Danau Archipelago, adalah danau yang dihiasi miniatur pulau-pulau di tanah air.

Saat ini, danau dilengkapi air mancur menari yang mempertunjukkan permainan cahaya di malam hari. Pertunjukan air mancur menari digelar setiap malam di danau tersebut.

Untuk diketahui, TMII telah direnovasi dengan menelan anggaran lebih dari Rp 1 triliun.

Anggaran ini terdiri atas Rp1,070 triliun dari Pemerintah Pusat, serta Rp 200 miliar dari PT Injourney.

Berkat revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah berkolaborasi dengan PT Injourney, kini perwajahannya tertata rapi, lebih hijau, indah, dan memberikan kesan nyaman.

“Masyarakat sekarang bisa mengunjungi dan menikmati wajah baru TMII. Revitalisasi membuat perwajahan TMII lebih baik,” kata Presiden RI Joko Widodo, ketika meresmikan hasil revitalisasi.

Area revitalisasi meliputi renovasi bangunan seluas 7,71 hektare dan kawasan seluas 26,56 hektare.

Perbaikan meliputi empat zona, yaitu zona pertama adalah bagian depan, kemudian Danau Archipelago, anjungan rumah adat, dan terakhir adalah modernisasi museum-museum.

Teater Garuda dan Teater Keong Mas dibangun kembali, agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Revitalisasi yang dilakukan, lanjut Presiden, mengembalikan semangat awal dibangunnya TMII sesuai rencana utama.

Saat ini, 70 persen area TMII merupakan ruang terbuka, hanya ada 30 persen bangunan.

“Seluruh bangunan museum dan anjungan daerah juga telah dipercantik dan direvitalisasi dengan konsep inclusive, culture, dan smart. Saya yakin, dengan wajah baru, TMII ini akan menjadi ikon besar pariwisata di Jakarta, dan juga tentu saja di Indonesia,” kata Kepala Negara.

Dengan wajah baru tersebut, TMII juga siap menjadi lokasi Spouse Program, Rabu (6/9/2023) mendatang.

Acara ini dikhususkan bagi para pendamping kepala negara anggota ASEAN, dan termasuk dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta.

Spouse program KTT ke-43 ASEAN, menurut jadwal akan dilaksanakan di Sasono Utomo dan Danau Archipelago.

Para kegiatan tersebut, rombongan delegasi akan menikmati, antara lain, tarian pembuka, pertunjukan film pendek, dan pameran UMKM. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama. (HS-08)

Direvitalisasi, TMII Kembali ke Konsep Awal Dibangun

Menteri PUPR Sebut TMII Jadi Lokasi Pameran Terkait KTT Ke-43 ASEAN Jakarta