Dua Klaster Keluarga Muncul di Boyolali

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, saat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya. (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dua klaster keluarga, kembali muncul di Kabupaten Boyolali, hanya dalam dua hari, Minggu-Senin (1-2/11). Dari dua klaster tersebut, terdapat penambahan 17 kasus baru.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, seperti dirilis Boyolali.go.id, Senin (2/11).

“Saat ini masih ada 10 klaster keluarga yang aktif dan hari (Senin) ini bertambah dua klaster lagi yang masih berasal dari klaster keluarga,” kata dia.

Berdasarkan data tersebut, menurut dia klaster keluarga masih mendominasi perkembangan Covid-19 di Kota Susu.

“Klaster yang bertambah di Boyolali ini masih didominasi klaster dari keluarga. Jadi dari kasus yang positif, kemudian kita lakukan pelacakan kontak erat ternyata sudah menular ke anggota keluarga yang lain,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini terdapat 88 orang yang dirawat akibat Covid-19. Selain mereka terdapat 72 pasien yang melakukan isolasi mandiri, sembuh 952 orang, dan meninggal 46.

Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 82 persen. Adapun persentase kematian, ada empat persen. Dengan berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status resiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 2,07 yang berarti berada di zona resiko sedang atau zona oranye. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.