HALO SEMARANG – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (20), seorang driver ojek online (Ojol) yang meninggal dunia, setelah dilindas kendaraan taktis (Rantis) Brigade Mobil (Brimob) Polri, saat terjadi aksi unjuk rasa di Jakarta.
Dia meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tegas dalam menindak anak buahnya, yang menjadi pelaku penabrakan itu.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya sahabat Affan Kurniawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” kata Abdullah, di Jakarta, Jumat (29/8/2025), seperti dirilis dpr.go.id.
Abdullah menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas anggota Brimob yang menjadi pelaku.
“Anggota polisi yang menabrak dan melindas Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan, agar keluarga korban mendapat keadilan,” kata Politisi Fraksi PKB ini.
Ia juga mengingatkan kepolisian agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi.
Menurutnya, tindakan represif hanya akan memperburuk suasana dan melukai kepercayaan publik.
“Polisi harus melakukan pengamanan demo secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan terhadap peserta aksi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Di sisi lain, Abdullah mengimbau masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Ia meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.
“Demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai merugikan masyarakat luas,” kata legislator asal Dapil Jawa Tengah VI itu.
Duka Mendalam
Sementara itu anggota DPR RI Adian Napitupulu mengungkapkan rasa duka mendalam, atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), driver ojek online (ojol) yang tewas secara tragis akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi.
Dia juga mengatakan, peristiwa itu tentu membawa duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan seprofesinya.
Dalam akun Instagram @adian__napitupulu, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menulisakan bahwa sejak jenazah dibawa ke kamar jenazah RSCM, ratusan orang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
“Bersama Ketua Garda Ojol, Igun Wicaksono, saya mendatangi kamar jenazah bersama seorang kameramen televisi swasta, sempat terjadi adu argumen dengan pihak keamanan rumah sakit,” kata Adian.
Petugas melarang pengambilan gambar di area kamar jenazah, sehingga kameramen hanya bisa mengambil gambar dari luar kaca ruangan.
Masyarakat menanti penjelasan resmi dari kepolisian terkait kronologi peristiwa tragis yang merenggut nyawa pemuda asal Jakarta Barat tersebut.
Pada bagian unggahan lain, Adian juga mengunggah video yang menggambarkan solidaritas ribuan ojek onlie, mengantar Almarhum Affan Kurniawan ke pemakaman.
“Ribuan driver ojek online (ojol) mengantar Almarhum Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas mobil Rantis Brimob dari rumah duka ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/25),” tulis Adian.
Seperti diberitakan, driver ojol Affan Kurniawan meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil Rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri. Namun nyawa Affan Kurniawan tak tertolong. Para driver ojol pun tidak terima dan menggeruduk Markas Brimob Kwitang. (HS-08)