HALO SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Jateng, Ahmadi menyatakan sebagai partai politik (parpol) baru pihaknya harus memperhitungkan segmentasi, target, dan positioning (STP).
Parpol yang dimotori mantan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga ingin membuat kejutan.
’’Tentu saja kami harus realistis,’’ ungkap Ahmadi yang didampingi Sekretaris DPW Gelora Fris Dwi Yulianto, Senin (13/2/2023).
Kendati pernah berada di PKS, dia menegaskan partainya sekarang sangat berbeda. Partai Gelora berasaskan Pancasila dan mengambil segmen tengah.
Ditanya tentang target pada pemilihan umum (Pemilu) 2024, Ahmadi menuturkan DPW Gelora ingin mendapatkan wakil dari 10 daerah pemilihan (dapil) yang ada di Jateng.
’’Misi ini memang tidak mudah, tapi harus diupayakan. Kami sudah memiliki 34 pengurus cabang di kota dan kabupaten di Jateng. Tinggal Kendal yang belum terbentuk. Kami juga sudah punya kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan,’’ jelas mantan wakil ketua DPRD Jateng dari Fraksi PKS Ini.
Untuk meningkatkan popularitas partainya, Ahmadi telah membuat brand top mind agar Partai Gelora dikenal masyarakat khususnya di Jateng.
Pihaknya juga membuat diferensiasi demi memudahkan positioning di lapangan. DPW Gelora, lanjut dia, bisa melangkah sejauh ini berkat dukungan dari para sukarelawan.
Mengenai tagline Partai Gelora, yakni Indonesia Super Power Baru, Ahmadi menyatakan itu bukan mengada-ada.
Menurut dia, Indonesia bisa menjadi super power baru dunia jika mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), memiliki pertahanan yang kuat, serta ketahanan ekonomi yang terjaga.
Ditambah dengan sumber daya manusia, kesehatan dan pendidikan yang sudah di level top, Indonesia Super Power Baru bukan cuma impian.(HS)
