HALO KENDAL – Masyarakat kembali dikhawatirkan oleh penyakit baru yang mengancam hewan ternak terutama sapi dan kerbau, yakni Lumpy Skin Disease (LSD), yaitu penyakit kulit infeksius bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Puji Yuwono mengatakan, hewan yang terserang LSD mengalami kerusakan kulit yang ditunjukkan dengan banyaknya benjolan.
“Ciri-ciri hewan ternak terdampak virus LSD, yaitu suhu badan hewan sangat tinggi dan jika diraba di bagian leher terdapat benjolan-benjolan,” terangnya, Senin (16/1/2023).
Meski bisa disembuhkan, lanjut Puji, namun jika sudah terlanjur parah benjolan-benjolah akan pecah dan menimbulkan bekas menghitam. Itu yang membuat harga hewan ternak menjadi jatuh.
“Pada kulit yang mengalami nekrotik, virus pada nodul dapat bertahan hingga 33 hari atau lebih, pada kerak kering hingga 35 hari, dan setidaknya 18 hari dalam kulit yang dikeringkan,” terang Puji, Senin (16/1/2023).
Dipaparkan, sesuai data, perkembangan LSD di Kendal per hari Senin (16/1/2023) total ada 115 kasus positif virus LSD, dari 13 kecamatan.
Yaitu di wilayah Kecamatan Boja 42 kasus, kemudian Brangsong 16 kasus, Cepiring enam kasus, Gemuh 11 kasus, Ngampel satu kasus, Pageruyung sembilan kasus, Patean dua kasus, Singorojo lima kasus, Sukorejo tiga kasus, Weleri sepuluh kasus, Limbangan satu kasus, Kangkung dua kasus, dan Ringinarum dua kasus.
“Kami sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan terus memberikan vaksinasi LSD kepada hewan ternak sapi di Kendal. Yang sudah divaksin LSD sebanyak 597 ekor. Sedangkan sisa vaksin masih 923 dosis,” papar Puji.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Pandu Rapriat Rogojati menambahkan, pihaknya sudah komunikasi, informasi dan edukasi terkait penyakit LSD kepada masyarakat, khususnya para peternak.
Selanjutnya juga mengimbau kepada para peternak untuk menjaga kebersihan kandang. Karena vectornya adalah lalat dan nyamuk yang membawa virus. Selain itu juga memberikan pakan yang baik.
“Jika ada kelompok kandang yang terkena, sebaiknya kelompok yang lain diberikan tambahan vitamin. Selain itu langkah vaksinasi adalah paling jitu untuk mencegah terkena virus LSD itu. Insya-Allah kalau ternak sudah divaksinasi tidak akan terkena virus LSD,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Pandu, pihaknya telah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk pendistribusian sebanyak 10 ribu vaksin LSD. Sehingga, diharapkan seluruh hewan ternak di Kendal bisa tervaksinasi LSD. (HS-06)