
HALO SEMARANG – Menteri Sosial Juliari P Batubara menyaksikan dan menyalurkan secara simbolik Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 253 keluarga warga Cikampek, Kabupaten Purwakarta. Mensos berharap, bantuan tunai membuat masyarakat bahagia menyambut Idul Fitri.
“Secara umum beberapa daerah untuk BST kan ada yang sudah selesai untuk tahap l. Sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah bisa sampai tahap ll, mudah-mudahan masyarakat bisa lebih berbagia dengan bansos yang mereka terima,” kata Juliari, Sabtu (16/5/2020).
Dalam kesempatan itu, Mensos yang akrab dengan panggilan Ari ini juga menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Purwakarta, dan secara khusus warga Cikampek. Mas Ari menyatakan, bahwa Presiden sangat perhatian dengan rakyatnya.
“Presiden tidak ingin rakyatnya kelaparan,” katanya. Menurutnya, Presiden juga terus mendesak Mensos, agar bansos segera dibagikan kepada KPM.
“Presiden terus bertanya kepada saya agar bansos segera dibagikan kepada masyarakat. Apalagi sudah mendekati Lebaran. Presiden berharap, masyarakat yang terdampak Covid-19 bisa berbahagia bersama keluarga saat hari Lebaran,” katanya.
Juliari menyatakan, apa yang disampaikannya merupakan harapan Presiden Joko Widodo. Namun dirinya meminta masyarakat agar bersikap bijak dalam membelanjakan uang yang mereka terima.
“Nah ini untuk yang Bapak-bapak. Saya minta tolong agar bantuan yang sudah diterima tidak dibelikan rokok ya. Belikan untuk kebutuhan makan atau sembako,” kata Mensos Ari.
Kepada pemerintah daerah (Pemda), Mensos berpesan agar terus meningkatkan kualitas dan validitas data. Agar bansos semakin tepat sasaran.
“Mohon disisir dan diteliti sebaik mungkin, agar bansos ini bisa menjaring mereka yang terdampak namun belum mendapatkan bantuan,” kata Mensos Juliari.
Dia meminta media dan masyarakat untuk tidak mempolemikkan soal data. Sebab pemda sendiri kini terus bekerja keras memperbarui data.
“Sebab yang belum mendapatkan nanti akan didaftarkan dan akan mendapatkan bansos. Silakan melaporkan ke Pak RT/RW, atau pak Lurah/Kades,” kata Mensos Juliari.
Dalam berbagai kesempatan Juliari Peter Batubara menyatakan, bahwa dalam menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat miskin dan rentan, pemerintah melalui Kementerian Sosial menempuh berbagai program jaring pengaman sosial.
“Selain meningkatkan jangkauan dan indeks bantuan untuk bansos reguler, kami juga menyalurkan bansos khusus yakni bansos sembako bantuan Presiden dan BST,” kata Mensos Juliari.
Kemensos mengalokasikan penerima BST di Kabupaten Karawang kepada 50.234 keluarga. Adapun untuk seluruh Provinsi Jawa Barat, BST menjangkau 1.070.758 keluarga.
BST disalurkan kepada warga miskin dan rentan terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek sebanyak 9 juta keluarga.
Mereka adalah KPM di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, dengan indeks bantuan Rp 600 ribu/KK/bulan selama tiga bulan, mulai April, Mei, dan Juni 2020.
Distribusi bansos sembako menjangkau 1,9 juta keluarga. Di mana untuk DKI Jakarta menjangkau 1,3 juta keluarga, dan Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok dan Bekasi (Bodetabek/daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta) menjangkau 600.000 keluarga.(HS)